Beyond Buka Cabang Kelima di Papua, Fokus Karakter Anak Sorong

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Sorong – Lembaga pendidikan nonformal Beyond kembali memperluas kontribusinya di Tanah Papua dengan membuka cabang kelima, sekaligus cabang kedua di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Peresmian cabang yang berlokasi di kawasan Kampung Baru, Kota Sorong, ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Beyond ke-5 yang digelar pada Rabu (21/1/2026).
Founder Beyond Lydia Agustin, menegaskan tantangan dunia pendidikan saat ini bukan hanya soal penguasaan akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, etika, dan mental anak sejak dini.
“Pendidikan sering kali dipersempit hanya sebagai proses transfer ilmu. Padahal pendidikan sejatinya adalah proses alami yang tumbuh dari dalam diri manusia, membentuk karakter, nilai, dan cara hidup,” ujar Lydia.
Ia menyoroti realitas sosial saat ini, di mana anak-anak semakin dekat dengan gawai sejak usia dini, sementara interaksi sosial dan pembentukan karakter justru semakin berkurang.
“Ketika orang tua sepenuhnya menyerahkan pendidikan kepada sekolah dengan segala fasilitas dan teknologi, di situlah kita perlu bertanya, apakah pemahaman kita tentang pendidikan sudah benar?” katanya.
Sebagai lembaga pendidikan nonformal, Beyond menempatkan pembentukan karakter, mental, dan keterampilan hidup sebagai fondasi utama pembelajaran.
Meski tetap mengajarkan baca tulis, matematika, bahasa Inggris, hingga literasi finansial, Beyond memastikan seluruh proses belajar berdampak langsung pada kehidupan anak di masa depan.
“Kami tidak hanya ingin siswa pintar secara akademik, tetapi menjadi pribadi yang berdampak, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama,” tegas Lydia.
Sorong Dipilih karena Kebutuhan Pendidikan Anak
Lydia menjelaskan, pembukaan cabang kedua Beyond di Kota Sorong didasari kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di wilayah Kampung Baru dan sekitarnya.
“Kota Sorong ini wilayahnya cukup luas. Banyak siswa kami berdomisili di area Kampung Baru, sehingga orang tua berharap ada lokasi belajar yang lebih dekat dan mudah dijangkau,” katanya.
Selain itu, berdasarkan peta demografi peserta didik Beyond di Tanah Papua, Sorong menjadi salah satu wilayah dengan minat dan atensi orang tua yang tinggi terhadap pendidikan nonformal berbasis karakter.
“Kami melihat kebutuhan itu nyata. Karena itu kami hadir lebih dekat untuk menjawab kebutuhan pendidikan anak-anak di Kota Sorong,” tambahnya.
Ia berharap kehadiran Beyond dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi emas Papua menuju Indonesia Emas 2045.
“Jika kita bergandengan tangan, menghadirkan pendidikan berkualitas, bahkan bertaraf internasional, maka masa depan anak-anak Sorong akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Pemkot Sorong Apresiasi Peran Beyond
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Daerah Kota Sorong Ruddy R. Laku, menyampaikan apresiasi kepada Beyond atas konsistensinya dalam membangun dunia pendidikan di Kota Sorong.
“Membangun pendidikan itu tidak mudah. Dibutuhkan keseriusan, semangat, dan hati yang kuat,” kata Ruddy.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sorong terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui program pendidikan gratis, penyediaan sarana prasarana, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Namun, peran pemerintah saja dinilai belum cukup.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan peran serta semua pihak, termasuk lembaga swasta seperti Beyond, yang hadir dengan pendekatan pendidikan yang lebih kreatif dan humanis,” ujarnya.
Menurut Ruddy, model pembelajaran Beyond yang menekankan kreativitas, karakter, dan keterampilan hidup dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi muda Papua yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi bagaimana membentuk karakter, mental, dan keterampilan hidup anak-anak agar kelak mampu mengabdi bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

