Kisah Inspiratif Sepasno Rioaji, Raih Juara 1 Esai Nasional di Berbagai Kampus Ternama

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Malang – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra daerah asal Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, di kancah nasional. Sepasno Rioaji, mahasiswa semester 4 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi di bidang akademik.
Mahasiswa asal Desa Olung Nango ini baru saja menyabet gelar Juara 1 dalam ajang kompetisi esai ilmiah tingkat nasional di IPB University, Bogor dan Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara. Keberhasilan ini melengkapi torehan prestasi sebelumnya, di mana ia juga pernah meraih Juara 1 dalam ajang FESPA National Essay Competition, FEASCOM National Essay Competition dan berbagai kompetisi lainnya.
Perjuangan Melawan Keterbatasan
Di balik deretan prestasi tersebut, Sepasno menyimpan kisah perjuangan yang menyentuh hati. Sebelum menempuh bangku perkuliahan, ia harus menunda mimpinya selama dua tahun untuk bekerja karena kendala biaya dan kondisi keluarga. Di tengah ujian berat saat ibundanya berjuang melawan kanker, Sepasno bekerja keras melakoni berbagai pekerjaan.
Ia pernah menjadi pelayan di warung pecel lele hingga barista di sebuah kafe demi mengumpulkan biaya kuliah. Setelah tabungannya dirasa cukup, ia memberanikan diri mengikuti ujian SNBT. Meski hanya memiliki waktu persiapan belajar sekitar dua minggu di sela kesibukan bekerja, ia berhasil diterima di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Inovasi Hukum dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam
Dalam kompetisi terbarunya di IPB University yang mengangkat tema “Natural Resource Exploitation and Its Ecological Toll”, Sepasno menghadirkan gagasan mengenai rekonstruksi norma pengawasan deforestasi dan keanekaragaman hayati. Analisis kritisnya terhadap regulasi perlindungan ekologi berhasil memikat dewan juri dan berhasil menyabet Juara 1.
Atas berbagai capaian yang sudah dicapai Sepasno tersebut, FH UB memberikan apresiasi tinggi berupa penghargaan finansial. Sepasno juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada CV. SURIA BATARA YAKSA yang telah memberikan dukungan melalui sponsorship dalam perjalanannya mengikuti berbagai kompetisi.
Membawa Nama Dayak Murung Raya di Tingkat Nasional
Meski kini banyak meraih prestasi, Sepasno tetap memegang teguh akar budayanya sebagai warga Dayak Murung Raya.
“Hari ini saya sangat bersyukur bisa menjuarai lomba tingkat nasional ini karena itu berarti hari ini ada satu masyarakat adat Dayak yang berprestasi di tingkat nasional. Saat saya yang dengan banyak keterbatasan ini bisa meraih juara 1, berarti besok bisa jadi ada 100 bahkan 1000 orang masyarakat adat Dayak yang prestasinya akan jauh melampaui saya dan menjadi ujung tombak Indonesia mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkap Sepasno.
Ke depan, ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Jaksa atau Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya guna mengabdikan ilmu hukumnya bagi negara. Sepasno berharap perjalanannya yang penuh liku dapat menjadi cerminan bagi teman-teman khususnya yang berasal dari Kalimantan Tengah bahwa setelah kesulitan selalu ada kemudahan untuk sebuah perjuangan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

