Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Refleksi Dies Natalis GMKI ke-76 Tantangan Relevansi dan Kaderisasi Nasionalisme

Korwil XII GMKI Tanah Papua Masa Bakti 2025–2027, Aca Chelatania Brin
Korwil XII GMKI Tanah Papua Masa Bakti 2025–2027, Aca Chelatania Brin.

Jurnalis:

Kabar Baru, Sorong – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memperingati Dies Natalis ke-76 sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang organisasi sekaligus tantangan ke depan di tengah disrupsi zaman.

Dalam refleksi Dies Natalis GMKI ke-76, Korwil XII GMKI Tanah Papua Masa Bakti 2025–2027, Aca Chelatania Brin, menegaskan bahwa usia tiga perempat abad lebih satu tahun bukan sekadar angka, melainkan penanda kematangan gerakan mahasiswa yang dituntut tetap relevan dan berdampak.

Menurutnya, GMKI kini berada pada persimpangan penting antara tradisi perjuangan historis dan tuntutan transformasi digital. Jika pada masa awal berdiri perjuangan dilakukan secara fisik dan diplomasi tatap muka, saat ini medan layan telah bergeser ke ruang digital.

“Pertanyaannya, apakah kader GMKI sudah menjadi agent of change di dunia siber, atau justru tertinggal oleh algoritma?” ujarnya,  Minggu (8/2/2026).

Ia menekankan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya dengan memiliki media sosial, tetapi bagaimana nilai kekristenan dan nasionalisme diartikulasikan secara cerdas di ruang publik virtual.

Pada aspek tiga medan layan, Aca menilai semboyan Ut Omnes Unum Sint tetap menjadi jangkar gerakan. Namun implementasinya perlu diperdalam. Di bidang gereja, GMKI diharapkan menjadi jembatan oikumenis, bukan sekadar penyelenggara kegiatan. Di perguruan tinggi, GMKI dituntut kembali memperkuat intelektualitas dan pemikiran kritis. Sementara di masyarakat, GMKI harus hadir dalam isu-isu nyata seperti krisis iklim, ketimpangan ekonomi, dan pembelaan hak asasi manusia.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas nasionalisme di tengah polarisasi politik berbasis sentimen agama. GMKI, sebagai bagian dari anak kandung revolusi, diharapkan tetap berdiri di atas semua golongan dengan nasionalisme yang inklusif.

“Nasionalisme GMKI adalah panggilan iman untuk merawat kemajemukan Indonesia,” katanya.

Tantangan lain yang disorot adalah regenerasi dan kaderisasi. Organisasi yang telah berusia tua kerap dihadapkan pada kekakuan birokrasi. Karena itu, kaderisasi GMKI harus adaptif tanpa kehilangan substansi nilai spirituality, integrity, and professionalism, sejalan dengan semangat “Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian”.

“Usia 76 tahun adalah momentum untuk belajar dari masa lalu dan menatap masa depan. Bukan lagi sekadar bersuara, tetapi memberi dampak nyata,” tutup Aca.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store