Manoj Punjabi dan Industri Pedofilia MD Pictures, Cuan Besar dari Eksploitasi Anak

Editor: Khansa Nadira
Kabar Baru, Opini – Sektor industri hiburan Indonesia tampak sedang berjalan mundur di tengah masifnya kampanye perlindungan anak.
Alih-alih mengedukasi, berbagai serial dan film saat ini justru gencar meromantisasi praktik pernikahan dini.
Nama produser besar seperti Manoj Punjabi kini menjadi sorotan tajam karena memiliki tanggung jawab moral besar atas pesan yang sampai ke publik, khususnya bagi Generasi Z.
Kenyataan di lapangan jauh dari kata indah seperti di layar kaca. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat sekitar 5,90% perempuan Indonesia usia 20-24 tahun telah menikah pertama kali di bawah usia 18 tahun.
Meski angka ini menunjukkan tren penurunan secara nasional, praktik perkawinan anak tetap menjadi ancaman nyata yang justru dipercantik oleh industri hiburan melalui narasi romansa yang tidak realistis.
Serial Pernikahan Dini Gen Z
Tanggung jawab moral Manoj Punjabi dan rumah produksi MD Entertainment kini dipertanyakan melalui karya terbaru mereka.
Serial Pernikahan Dini Gen Z yang dibintangi Aliando Syarief dan Richelle Skornicki memicu kritik keras dari netizen dan aktivis.
Publik menyoroti adegan-adegan intim yang melibatkan pemeran di bawah umur, Richelle Skornicki lahir tahun 2009, masih berusia 16 tahun saat produksi.
Sebelumnya, MD Entertainment juga sukses besar dengan serial My Lecturer My Husband yang menggambarkan mahasiswi menikah dengan dosennya demi perjodohan keluarga.
Meskipun diklaim sebagai edukasi, tayangan seperti ini sering kali hanya mengeksploitasi penderitaan anak sebagai komoditas yang laku dijual, lalu membungkusnya dengan label bahagia agar publik merasa nyaman menontonnya.
Distorsi Realitas dan Dampak Psikologis
Psikolog Mariska Johana, M.Si., menjelaskan bahwa perkawinan anak sangat tidak dianjurkan. Usia remaja merupakan fase krusial untuk membentuk jati diri.
Saat media menampilkan pernikahan dini sebagai solusi hidup, hal itu menciptakan distorsi realitas yang berbahaya.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pernikahan anak berkontribusi besar pada angka putus sekolah jenjang SMA yang masih tinggi, serta peningkatan risiko stunting pada anak yang dilahirkan.
Tayangan populer kini berperan sebagai guru kultural. Jika Gen Z terus menyaksikan kisah pernikahan dini yang berakhir manis, mereka berisiko menginternalisasi pesan yang keliru.
Mereka mungkin menganggap menikah muda sebagai jalan keluar dari krisis hidup, padahal realitasnya justru sering menciptakan siklus kemiskinan baru dan beban mental yang berat.
Mempertanyakan Narasi Usang
Kegelisahan muncul dari kalangan Gen Z yang kini lebih rasional. Berdasarkan data terbaru awal 2026, angka pernikahan di Indonesia secara umum menurun karena faktor ekonomi dan kesadaran diri yang meningkat.
Anak muda hari ini lebih memprioritaskan pendidikan daripada terjebak dalam institusi pernikahan yang dipromosikan media secara instan.
Di media sosial, banyak Gen Z mempertanyakan mengapa industri hiburan masih mempromosikan pernikahan dini.
Di saat mereka berjuang menghadapi sulitnya lapangan kerja, industri justru menyuguhkan narasi yang membatasi potensi mereka.
“Kenapa Gen Z digambarkan siap menikah, tapi jarang digambarkan sedang membangun mimpi?” menjadi kritik tajam yang mewakili suara mereka.
Rating Bukan Segalanya
Manoj Punjabi tidak seharusnya berlindung di balik dalih selera pasar. Seorang produser memiliki kekuatan untuk membentuk preferensi penonton.
Jika industri terus mengeksploitasi isu pernikahan anak demi rating, maka kritik keras bukanlah serangan pribadi, melainkan alarm sosial yang harus segera direspons.

Industri hiburan harus berhenti menjadikan kehidupan anak-anak sebagai komoditas drama dan mulai melihat mereka sebagai subjek yang wajib terlindungi.
Keuntungan finansial tidak boleh mengorbankan masa depan generasi muda. Rating tinggi tidak seharusnya terbayar dengan trauma dan hancurnya mimpi anak-anak bangsa.
Menormalisasi pernikahan dini di layar kaca adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap masa depan Indonesia.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

