Direktur RSUD Sele Be Solu Jelaskan Penyebab Penumpukan Pasien IGD

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Sorong – Manajemen RSUD Sele Be Solu merespons positif hasil inspeksi mendadak (Sidak) lintas komisi DPR Kota Sorong yang dilakukan pada Rabu (14/1/2026).
Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Jitmau, membenarkan temuan DPRK terkait sejumlah pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang belum mendapatkan tempat tidur dan harus dirawat sementara dalam posisi duduk.
Namun demikian, Susi menegaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena rumah sakit berpegang pada komitmen untuk tidak menolak pasien dalam kondisi apa pun.
“Kami menjalankan arahan pimpinan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Semua pasien yang datang harus diterima dan dilayani terlebih dahulu,” ujar Susi kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, petugas IGD telah menyampaikan secara terbuka kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi rumah sakit yang sedang penuh. Selanjutnya, dilakukan komunikasi untuk meminta persetujuan pasien agar bersedia dirawat sementara dengan fasilitas terbatas hingga tempat tidur tersedia.
Atas upaya tersebut, Susi menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim IGD yang tetap memberikan pelayanan maksimal di tengah keterbatasan sarana.
Terkait penumpukan pasien, Susi memaparkan bahwa saat ini RSUD Sele Be Solu hanya memiliki 154 tempat tidur. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Sorong sekitar 302.450 jiwa, maka berdasarkan rasio WHO satu tempat tidur per 1.000 penduduk, idealnya dibutuhkan sekitar 302 tempat tidur.
Sementara jika menggunakan standar nasional, yakni 1,3 hingga 1,5 tempat tidur per 1.000 penduduk, maka kebutuhan ideal berada di kisaran 390 hingga 450 tempat tidur.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara keseluruhan ketersediaan tempat tidur di Kota Sorong sebenarnya telah melampaui standar ideal. Pasalnya, selain RSUD Sele Be Solu, terdapat enam rumah sakit swasta dengan total kapasitas sekitar 350 tempat tidur.
“Jika digabungkan, total tempat tidur di Kota Sorong mencapai sekitar 500 unit. Secara jumlah sebenarnya sudah mencukupi,” jelasnya.
Menurut Susi, penumpukan pasien di RSUD Sele Be Solu lebih disebabkan oleh tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit pemerintah tersebut, terutama karena IGD selalu siap, tenaga medis relatif lengkap, serta dokter spesialis yang lebih konsisten standby.
Ia menegaskan, kondisi ini justru menunjukkan kepercayaan publik, bukan karena buruknya mutu pelayanan.
Mengenai fasilitas pendukung yang dinilai belum optimal, Susi menyampaikan bahwa kebutuhan setiap pasien berbeda dan disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing. Namun ke depan, pihaknya akan memastikan fasilitas pendukung tetap disiapkan semaksimal mungkin.
Selain itu, lambatnya perputaran pasien dari IGD ke ruang rawat inap juga dipengaruhi oleh aturan klasifikasi ruang perawatan, seperti pemisahan pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, serta penyakit menular dan tidak menular.
“Kondisi inilah yang kadang membuat pasien di IGD belum bisa langsung dipindahkan ke ruang rawat inap meskipun ada tempat tidur kosong,” terangnya.
Meski begitu, Susi mengakui adanya kemungkinan kelalaian internal, di mana perputaran pasien belum berjalan optimal karena kurangnya disiplin petugas penanggung jawab ruangan.
Menindaklanjuti temuan DPR Kota Sorong, manajemen RSUD Sele Be Solu berkomitmen menambah kapasitas tempat tidur. Ia menjelaskan, sejak menjabat sebagai Direktur pada Juni 2022, pihaknya telah mengadvokasi pembangunan gedung rawat inap baru yang rampung pada 2024 dan dilengkapi sarana prasarana pada 2025.
Pada tahun 2026 ini, RSUD Sele Be Solu menargetkan penambahan 64 tempat tidur baru yang akan segera dioperasionalkan.
“Kami menargetkan launching paling lambat akhir Januari atau awal Februari 2026. Harapannya kapasitas pelayanan bisa meningkat dan penumpukan pasien di IGD berkurang,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, manajemen juga akan melakukan evaluasi dan penertiban terhadap kepala ruangan yang tidak disiplin dalam pengelolaan tempat tidur.
“Jika masih ada oknum yang tidak menjalankan komitmen, kami akan mengambil langkah tegas,” pungkas Susi.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

