MENGULAS HELLO JADOO SEASON 5

Jurnalis: Ahmad Arsyad
Kabar Baru, Kolom – Teks ini diangkat dari hasil diskusi “Mengulas Hello Jadoo Season 5” oleh kelompok Hellja Nation pada 8 Januari 2026 yang terbuka dari pukul 9:00 s.d. 22:30 WIB.
Hello Jadoo adalah serial komik dan animasi asal Korea Selatan yang terbit sejak tahun 1997 dan 2011 yang menyajikan cerita petualangan seorang anak perempuan bernama Choi Ja-doo bersama keluarga dan teman-temannya. Hello Jadoo diadaptasi dari kisah nyata penulisnya sendiri pada dekade 80-an.
Hello Jadoo Season 5 adalah musim kelima serial tersebut, yang rilis di Korea secara berangsur-angsur selama Januari 2023 hingga Mei 2023 di stasiun SBS, kemudian rilis di Indonesia sepanjang Desember 2025 di kanal resmi MDTV.
MENGANALISIS UNSUR INTRINSIK HELLO JADOO SEASON 5
- Karakter
Hello Jadoo Season 5 masih menyoroti Choi Ja-doo sebagai karakter utama, serta keluarga dan teman-temannya yang sudah ada sebelumnya seperti Kim Min-ji, Lee Yun-seok, Jang Seong-hun, Kim Seon-dol, dll.. Namun, Hello Jadoo Season 5 mempunyai beberapa episode yang mana Jadoo bukan topik utama dan justru menempatkan karakter lain sebagai topik utamanya, atau disebut limelight. Contohnya episode “Temanku Sundae” dan “Seonghun Sekolah di Luar Negeri”.
Dan yang paling mencolok ialah, Hello Jadoo Season 5 mempunyai beberapa karakter debut misalnya Sujin, Sundeok, dan Andong. Dan ada juga karakter seperti Jeonbok, yang sebelumnya debut ikonik di “The Secret of Jeju Island”, dan Aengdoo, yang sebelumnya muncul perdana di “Save Our Neighborhood”. Di samping itu, terdapat karakter yang kemunculannya minim, seperti Nurungji dan guru Lee Mi-ja.
2. Tema
Hello Jadoo Season 5 masih mengangkat tema cerita yang sama seperti dalam seri-seri sebelumnya (bukan movie atau edisi khusus), meskipun beberapa unsur cerita dalam Hello Jadoo Season 5 telah diinterpretasikan ke latar waktu yang berbeda…
3. Latar dan Alur
…pasalnya, jika latar waktu Hello Jadoo Season 5 diatur ke dekade 80-an, akan tidak masuk akal jika dalam episode “Tangkap Pencuri Ulung” Jadoo dan Minji melakukan belanja online, sedangkan smartphone modern saja baru muncul di tahun 1996. Berdasarkan hal ini, akan lebih masuk akal jika kita memandang latar waktu Hello Jadoo Season 5 diatur ke 2023. Tapi, di sisi lain, tahun 2023 (tepatnya bulan Mei) adalah latar waktu untuk episode “Jadoo and Aengdoo” yang memperlihatkan masa depan Jadoo di mana ia sudah berusia 40 tahun dan mempunyai anak bernama Aengdoo. Selain itu, dalam episode di mana Jadoo dan keluarganya terjebak di reruntuhan, secara gamblang Hello Jadoo menyatakan di sebuah postingan bahwa latar waktunya diatur ke 2020 sebagai simpati pandemi COVID-19.
Kesimpulannya, latar waktu Hello Jadoo Season 5 “diatur berdasarkan ketidakteraturan”. Dan jika merujuk ke jenis-jenis alur berdasarkan urutan waktunya, Hello Jadoo Season 5 tergolong alur campuran. Bukan karena lompatan waktunya (flashback), melainkan karena perbedaan settingan latar waktu di setiap episodenya. Hal seperti ini tidak pernah ditemui dalam serial lain.
Untuk latar tempat, Hello Jadoo Season 5 masih berlokasi di Seoul, bahkan untuk episode “Jadoo and Aengdoo” ketika Jadoo sudah berusia 40 tahun dan tinggal di apartemen bersama Aengdoo. Apa buktinya? Bukannya naik kendaraan, Jadoo dan Aengdoo malah berjalan kaki ke taman tempat Jadoo menulis surat bersama teman-temannya saat masih kecil.
Selain itu, alur cerita Hello Jadoo Season 5 termasuk ke jenis alur episodik jika berdasarkan kompleksitas-nya. Perhatikan bagaimana Hello Jadoo Season 5 terdiri dari 16 episode yang masing-masing mempunyai resolusinya tersendiri, namun jika digabungkan dan disusun dapat membentuk satu kesatuan utuh yang saling berhubungan, mirip seperti album konsep dalam musik. Kesatuan ini diperkuat dengan adanya kandungan reprise (pengulangan ide/unsur) yang melompati beberapa episode, yang lagi-lagi serupa dengan album konsep dalam musik. Contoh reprise dalam Hello Jadoo Season 5 diantaranya:
- Tukang palak di episode “Temanku Sundae” muncul lagi secara mengejutkan di episode “Tangkap Pencuri Ulung”.
- Orang suruhan ayah Seong-hun di episode “Seong-hun Sekolah di Luar Negeri” muncul lagi di episode selanjutnya, yaitu episode “Naga Emas yang Beruntung”, namun dengan pembawaan emosional yang berbeda: di “Seonghun Sekolah di Luar Negeri” itu terasa menegangkan, sedangkan di “Naga Emas yang Beruntung” itu malah terasa humoris.
Namun, perlu diingat bahwa daftar episode (hoecha) Hello Jadoo Season 5 mempunyai susunan yang sedikit berbeda antara versi rilis Bahasa Indonesia dengan versi rilis aslinya. Yang pasti, Hello Jadoo Season 5 disusun dengan terstruktur dari awal hingga akhir mulai dari alur episodik-nya, perjalanan emosionalnya yang naik-turun, hingga ke kandungan reprise-nya yang menambah kedalaman struktur episodik. Sekedar informasi tambahan, Hello Jadoo Season 5 mempunyai lagu pembuka yang sama dengan Hello Jadoo Season 3. Dan seperti musim-musim sebelumnya, Hello Jadoo Season 5 juga mempunyai intro episode tersendiri dengan konsep Photoshop disertai tulisan “Jadoo is Back”, mengartikan proses Hello Jadoo Season 5 yang panjang.
- Amanat
Pesan moral Hello Jadoo Season 5 tidak terkandung secara eksplisit dalam episode-episodenya, namun secara tersirat beberapa episode di Hello Jadoo Season 5 yang diproduksi dari 2019-2023 banyak menyinggung kritik sosial pada tahun-tahun tersebut. Berikut uraiannya:
- Episode “Temanku Sundae” yang mengajarkan untuk terbuka dengan anak pindahan. Jika flashback ke Hello Jadoo Season 2 ketika kelas Jadoo menerima anak pindahan bernama Bang Aeja, anak-anak cenderung melihat anak pindahan sebagai anak aneh, terlebih jika dia berasal dari pedesaan.
- Episode “Tangkap Pencuri Ulung” yang menyoroti kasus penipuan online shop yang merebak di era digital.
- Episode “Ambil dan Bingkai” yang menyinggung fanatisme beragama.
- Episode “Teman-Teman Ibu” yang mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati terhadap orang asing.
- Episode “Terjebak di Reruntuhan” menjadi yang paling kontroversial karena dianggap menyindir tragedi runtuhnya Sampoong Department Store di Seoul pada 1995 yang menewaskan 502 nyawa, yang runtuh hanya dalam hitungan detik akibat modifikasi ilegal & korupsi. Namun, anggapan ini masih bersifat asumsi, karena tidak ada penjelasan langsung yang mengaitkan episode ini dengan peristiwa tertentu. Penyebab keruntuhan mall juga tidak diceritakan dalam episode, karena episode ini hanya berfokus pada perjuangan keluarga Jadoo keluar dari reruntuhan, sejenis dengan episode “The Typhoon and Golden Toad” dari Season 3.
- Episode “Jadoo and Aengdoo” yang menampilkan perbedaan kualitas sumber daya manusia (SDM) kreator Korea dan Indonesia. Jika dibandingkan dengan animasi Si Entong, Memed dan Tibo berusaha menjadi konten kreator yang mengunggah video random & joget demi memperoleh plakat emas. Sedangkan dalam Hello Jadoo, Aengdoo berusaha jadi konten kreator yang mengunggah video pembelajaran tapi sama sekali tidak mencari keuntungan darinya.
Selain dari uraian di atas, pesan moral Hello Jadoo Season 5 tidak hanya terkandung dalam ceritanya, tapi juga dalam penceritaannya. Dalam episode “Temanku Sundae”, Seunggi dan teman-temannya memainkan teater yang memerankan cerita klasik Hongbu dan Nolbu. Sebelumnya Hello Jadoo memang memparodikan cerita-cerita klasik dalam kelima movie-nya, yang berarti Hello Jadoo juga mengamanatkan agar melestarikan budaya.
TEORI-TEORI PERNIKAHAN JADOO
Perlu ditekankan, Hello Jadoo diangkat dari kisah nyata penulisnya. Tapi, kisah nyata yang dimaksud itu hanya sebatas Choi Ja-doo yang masih kecil, tidak sampai ke Choi Ja-doo yang sudah dewasa.
Dalam wawancara bersama SBS News pada 2015, Lee Vin blak-blakan mengungkapkan bahwa saat masih sekolah ia pernah disukai Lee Yun-seok, tapi suaminya saat ini ialah Dol-dol. Maksudnya, ia menciptakan karakter Dol-dol di Hello Jadoo yang terinspirasi dari sosok suami dan anak laki-lakinya.
Namun, jika kita melihat ke episode “Save Our Neighborhood”, suami Choi Ja-doo adalah Lee Yun-seok. Kemudian dalam double-episode “Jadoo and Aengdoo”, suami Jadoo tidak diperlihatkan dan hanya muncul di telepon. Jadoo bahkan membesarkan Aengdoo sendirian. Padahal, inti terpenting dari Hello Jadoo Season 5 terletak pada double-episode ini, yang paling dinanti semua penggemar.
Nah, berikut ini diantaranya teori-teori pernikahan Jadoo yang populer di kalangan penggemar.
- Teori Pertama
Suami Jadoo adalah Yunseok. Alasan Yunseok tidak tinggal bersama Jadoo dan hanya muncul di telepon di Season 5 adalah karena dia pindah kerja ke luar kota setelah kelelahan dengan pekerjaan lamanya dalam episode “Save Our Neighborhood” yang menjadi landasan teori ini. Itulah sebabnya Yunseok bilang sudah lama tidak bertemu saat reuni.
- Teori Kedua
Jadoo menikah dengan Yunseok di episode “Save Our Neighborhood” dan cerai saat berusia 40 tahun dalam episode yang sama (tepatnya beberapa saat sebelum kemunculan kedua Bangaji). Itu sebabnya ketika reuni Yunseok bilang sudah lama tidak bertemu. Tapi teori ini terpecah lagi, antara Jadoo menelpon pria lain yang telah menjadi suami barunya, atau Jadoo menelpon Yunseok karena meski sudah cerai tapi tetap menjaga komunikasi.
Jangan lupa jika Anda mempunyai teori sendiri, silahkan terangkan di kolom komentar.
3. EPISODE PALING RUMIT
mungkin jatuh kepada episode “Seonghun Sekolah di Luar Negeri”. Dalam balada tersebut, berdasarkan percakapannya dengan ayah Seonghun, orang suruhan ayah Seong-hun adalah perebut hak waris keluarga. Itulah sebabnya ia menyuruh Seonghun pindah ke luar negeri, supaya tujuannya merebut hak waris berjalan lancar. Tapi, kenapa ayah Seong-hun berbuat begitu? Apakah dia terikat hal tertentu dengan orang itu?
Di samping itu, Seonghun mengasingkan diri ke Paradise agar ayahnya mendengar penolakannya, kemudian menjadi berandalan dan bertemu anak perempuan yang menyukainya, Delilah. Lalu atas saran Jadoo, Seonghun pura-pura menyukai Delilah dan berkencan dengannya. Kemudian setelah melihat Jadoo membonceng Seonghun saat menyusul Tuan Kim, dengan polosnya Delilah memarahi Jadoo agar jangan mendekati Seonghun.
Episode “Seonghun Sekolah di Luar Negeri” ini terdiri dari dua cerita utama, yaitu drama cinta segitiga dan drama konspirasi, namun secara jenius terletak pada waktu penceritaan yang bersamaan. Bahkan episode ini tidak selesai dengan sempurna dan diperlukan kelanjutannya.
4. MASA DEPAN SUJIN
Jika flashback ke Season 1, Jadoo berhasil mengubah kepribadian Minji dan sampai sekarang mereka adalah teman baik. Sama halnya seperti Minji, pada awalnya Sujin juga merasa resah dengan keberadaan Jadoo. Tapi lambat laun, Sujin merasakan bahwa Jadoo adalah figur teman baik yang selama ini dia inginkan. Dalam episode “Daun Terakhir” itu menandai berakhirnya fase kehidupan lama Sujin, untuk seterusnya menjadi teman baik Jadoo.
Tapi, masalah baru muncul. Sujin—yang telah menjadi teman sekelas Jadoo—ingin Jadoo menjadi teman baiknya saja, bahkan ingin menyingkirkan Minji. Nasib persahabatan mereka selanjutnya terdapat pada versi komiknya, Hello?! It’s Jadoo!! vol. 29 dan di musim berikutnya Hello Jadoo Season 6, yang dijadwalkan tayang perdana di Indonesia mulai 10 Januari 2026 di kanal YouTube resmi MDTV.
-
- Penulis : Agfha Mizan
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

