Budaya Kerja Religius Whitecyber Jadi Magnet Magang Mahasiswa dan Siswa

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Semarang – Program magang industri biasanya identik dengan tekanan kerja tinggi dan tugas-tugas teknis yang melelahkan. Namun, sebuah perusahaan konsultan riset dan teknologi di Jawa Tengah, Whitecyber, menawarkan pendekatan berbeda yang kini menjadi sorotan dunia pendidikan vokasi.
Tidak hanya mencetak talenta digital yang jago coding dan olah data, Whitecyber menerapkan budaya kerja yang menyeimbangkan profesionalitas dengan nilai-nilai religius. Hal inilah yang membuat perusahaan pimpinan CEO Faris Dedi Setiawan ini menjadi rujukan utama bagi institusi pendidikan ternama seperti Universitas Negeri Semarang (UNNES), SMK Sakti Gemolong (Sragen), hingga SMK NU Roudhotul Furqon (Banyubiru).

Belajar Bisnis Sambil Dzikir Bersama
Kesan mendalam dirasakan oleh Winaldi, peserta magang dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Ia mengaku terkejut menemukan budaya perusahaan teknologi yang begitu humanis dan religius.
“Budaya kerja di Whitecyber sangat berkesan. Saya belum pernah menemui perusahaan yang memiliki budaya kerja membaca dzikir bersama seluruh tim. Hal ini membuat suasana kerja terasa lebih hangat, kompak, dan penuh nilai positif,” ungkap Winaldi.
Winaldi menambahkan, meskipun fokus utamanya teknologi, ia justru banyak belajar tentang alur bisnis yang tersusun rapi (step by step) di Whitecyber. Lingkungan yang suportif membuatnya termotivasi untuk mendalami ilmu bisnis dan kemampuan berkomunitas.
.

Orang Tua Tenang, Ibadah Tidak Terganggu
Senada dengan Winaldi, Faras Al Falah, siswa magang dari SMK Sakti Gemolong, merasa nyaman karena perusahaan sangat memprioritaskan kewajiban agama di sela-sela kesibukan proyek.
“Saya merasa nyaman dalam menjalankan ibadah saya, karena perusahaan memprioritaskan penegakan agama pada pekerja-pekerjanya. Ini membuat lingkungan kerja menjadi hidup dan tentram,” ujar Faras.
Faras juga menyebutkan lingkungan kerja yang positif sangat membantunya beradaptasi sebagai anak magang, sehingga ia bisa berharap Whitecyber terus berkembang menjadi perusahaan terbaik di Indonesia.

Mencetak Generasi “Berotak Jerman, Berhati Mekkah”
CEO Whitecyber, Faris Dedi Setiawan, menjelaskan bahwa visi program magang ini memang untuk mencetak generasi yang seimbang. Peserta magang, termasuk para santri seperti Mahfud (Ungaran), dididik untuk memiliki mental baja di lapangan (Street Marketing) namun tetap memiliki hati yang lembut lewat pembiasaan ibadah.
“Kami ingin membuktikan bahwa ahli teknologi juga bisa taat ibadah. Jadi orang tua atau guru tidak perlu was-was melepas anaknya magang di sini. Skill dapat, akhlak juga terjaga,” tegas Faris.
Dengan fasilitas kantor yang lengkap dan mentor praktisi berpengalaman, Whitecyber terus membuka kesempatan bagi sekolah dan kampus yang ingin menjalin kerjasama kemitraan atau kunjungan industri.
Informasi Pendaftaran Progam magang dapat diakses melalui website resmi: whitecyber.co.id
(Red/Kabarbaru)
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

