Satgaswil Papua Barat Sosialisasi Bahaya Radikalisme Medsos di SMK Modelink

Jurnalis: Afi Ibrahim
Kabar Baru, Kabupaten Sorong – Tim Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) terkait antisipasi penyalahgunaan media sosial dalam upaya pencegahan paham Intoleran, Radikal, dan Teroris (IRT) di lingkungan pelajar.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Modelink Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (8/1/2026), mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai, dengan melibatkan sekitar 130 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dan dewan guru.
Dalam kegiatan ini, Tim Satgaswil Papua Barat menghadirkan personel sebagai narasumber, yakni IPDA M. Arfa Jaya, SH, Briptu Halim Hanafi, SH, dan Briptu Iqro Anggi Permadani.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas Polsek Aimas Aipda Zumardin AB, Bhabinkamtibmas Kampung Klain Polsek Aimas Ailda Syaril, serta Maskuri yang mewakili Kepala Sekolah SMK Modelink Kabupaten Sorong.
Ketua Tim Pencegahan Anti Teror Satgaswil Papua Barat, IPDA M. Arfa Jaya, mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar dan tenaga pendidik mengenai bahaya penyalahgunaan media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyebarkan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
“Media sosial saat ini menjadi salah satu sarana yang rawan disalahgunakan untuk menyebarkan paham IRT, terutama dengan kemasan konten yang provokatif dan menyesatkan. Karena itu, penting bagi pelajar memiliki literasi digital dan sikap kritis,” ujar IPDA M. Arfa Jaya.
Dalam penyampaian materi, Tim Satgaswil Papua Barat menjelaskan berbagai pola dan modus penyebaran paham IRT melalui platform digital, seperti media sosial, aplikasi pesan instan, hingga konten daring yang mengandung ajakan terselubung.
Selain kepada siswa-siswi, pemahaman juga diberikan kepada dewan guru terkait peran strategis pendidik dalam melakukan pengawasan, pembinaan, serta deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa yang berpotensi mengarah pada paparan paham radikal.
Kegiatan Sosbang ini berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa dan guru aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara aparat keamanan, pihak sekolah, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh paham Intoleran, Radikal, dan Teroris di wilayah Kabupaten Sorong.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

