Kontribusi Nyata Mahasiswa KKN UNG Desa Tamboo Sulap Jagung Menjadi Maizena

Jurnalis: Redaksi Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo- Desa Tamboo terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokalnya. Melalui kegiatan “Transformasi Jagung Menjadi Maizena: Diversifikasi Pangan Lokal berbasis Komoditas Strategis”, pemerintah desa bersama masyarakat menunjukkan langkah nyata dalam mengembangkan jagung bukan hanya sebagai bahan pangan pokok, tetapi juga sebagai produk turunan bernilai tambah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tamboo ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kepala Desa dan Sekretaris Desa, pelaku UMKM, perwakilan BUMDes, masyarakat desa, hingga mahasiswa KKN beserta dosen pembimbing lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menegaskan bahwa pembangunan desa tak hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan juga memerlukan peran aktif masyarakat, akademisi, dan dunia usaha.

Sekretaris Desa Tamboo, Sarina Djarai, S.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jagung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti maizena.
“Melalui kegiatan Transformasi Jagung Menjadi Maizena, kita bersama-sama menyadari bahwa jagung sebagai komoditas strategis di Desa Tamboo memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya sebagai bahan pangan pokok tetapi juga sebagai produk turunan bernilai tambah seperti maizena. Dengan dukungan pemerintah desa, UMKM, BUMDes, akademisi, dan masyarakat, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa,” ujar Sarina.
Senada dengan itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Widya Rahmawaty Saman, mengapresiasi partisipasi semua pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sarana transfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi desa.
“Kegiatan ini memiliki makna penting, tidak hanya sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam mendukung diversifikasi pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan desa. Harapan kami, hasil kegiatan ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga Desa Tamboo dapat berkembang menjadi desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, Desa Tamboo diharapkan mampu membuka peluang usaha baru berbasis jagung, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjadi contoh sukses pengembangan pangan lokal berbasis inovasi. (Eyin/kabarbaru.co)