Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Rattelanu: Menggapai Mimpi Saat Sungai Menjadi Jalan Menuju Ilmu

Jurnalis:

Kabar Baru, Sulawesi Barat – Saat fajar baru menyingsing dan kabut masih menggantung di atas sungai, suara tawa anak-anak Dusun Rattelanu mulai terdengar pelan. Dengan kaki mungil menapaki tanah becek, mereka menuntun rakit bambu untuk menyeberangi aliran sungai satu-satunya akses menuju sekolah dasar.

Bukan untuk bermain, tapi demi menuntut ilmu.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI Alu adalah satu-satunya sekolah dasar yang dapat dijangkau anak-anak dari dusun terpencil ini. Namun, kondisinya sungguh memprihatinkan atap bocor, plafon lapuk, jendela rusak, dan satu ruang kelas bahkan tak lagi bisa digunakan. Sebanyak 39 siswa harus belajar di ruang sempit dan gelap, tanpa jaminan kenyamanan, apalagi keselamatan.

Kenyataan ini terungkap dalam Touring Pendidikan Angkatan IV yang dilaksanakan oleh Relawan Pendidikan Indonesia (RPI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Barat pada 16–20 Juli 2025.

Lewat kegiatan ini, para relawan menyusuri pelosok untuk menyaksikan langsung wajah pendidikan yang jauh dari kata layak, namun dipenuhi semangat besar anak-anak untuk belajar.

Persoalan tak hanya berhenti pada infrastruktur. Ketersediaan guru juga menjadi tantangan serius. Banyak guru jarang hadir atau datang terlambat. Akibatnya, anak-anak yang sudah menempuh perjalanan jauh dan menyeberangi sungai, kerap pulang tanpa sempat menerima pelajaran.

Jasa Stiker Kaca

Pihak sekolah menyatakan bahwa bangunan ini hanya difungsikan saat banjir. Namun, warga setempat membantahnya. Mereka menegaskan, sekolah digunakan setiap hari karena jarak ke sekolah induk sangat jauh, apalagi bagi anak-anak dari Kampung Sare’, permukiman terpencil di balik bukit.

Tantangan justru semakin berat ketika mereka lulus dari SD. Untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, anak-anak harus menempuh perjalanan berjam-jam, melewati jalan terjal, sungai tanpa jembatan, serta medan berat lainnya. Tak sedikit yang akhirnya memilih putus sekolah.

“Banyak anak berhenti karena terlalu jauh, orang tua kurang mendukung, dan motivasi belajar yang lambat laun hilang,” ungkap seorang warga.

Meski demikian, semangat belajar anak-anak Rattelanu tak pernah padam. Mereka tetap datang, meski bertelanjang kaki di tengah lumpur. Mereka tetap belajar, meski diterpa keterbatasan. Mereka percaya, pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Melihat kondisi tersebut, RPI hadir dengan misi membuka akses pendidikan di wilayah terluar dan tertinggal. Melalui program Kelas Infrastruktur, RPI tak hanya mengajar, tetapi juga memperbaiki fasilitas pendidikan agar anak-anak bisa belajar dengan lebih layak dan aman.

RPI adalah bagian dari Aliansi Relawan Pendidikan Sulawesi (ARPS) yang aktif sejak 2018. RPI sendiri berdiri pada 2019, dan membentuk DPW Sulawesi Barat pada 20 September 2023. Sejak saat itu, empat kali kegiatan Touring Pendidikan telah dilaksanakan di wilayah ini.

Namun, keresahan kembali muncul. Warga khawatir rencana penutupan sekolah jarak jauh akan menghapus satu-satunya akses pendidikan anak-anak mereka.

“Jumlah siswa di sini bahkan lebih banyak dari sekolah induk. Kami berharap sekolah ini tetap dibuka, bahkan bisa berdiri sendiri,” harap salah seorang warga.

Di Rattelanu, harapan masih menyala. Di tengah keterbatasan dan ketidakadilan, anak-anak tetap berjuang dan bermimpi. Yang mereka butuhkan bukan belas kasihan, melainkan perhatian, kehadiran, dan keberpihakan nyata.

Sebab, pendidikan bukan sekadar soal gedung dan kurikulum. Di pelosok seperti Rattelanu, pendidikan adalah jembatan yang belum sempat dibangun namun terus diperjuangkan untuk menyeberangi masa depan yang lebih terang. (*)

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store