Dosen Sastra Arab USU Berdayakan 42 Mahasantri Layar Dakwah melalui Pelatihan Retorika Dakwah

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
KABARBARU, DELI SERDANG – Tim dosen Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sumatera Utara (USU), melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat melalui pemberdayaan retorika dakwah dan kompetensi bahasa Arab bagi mahasantri Ma’had Tahfidz Kejuruan Layar Dakwah, Deli Tua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Retorika Dakwah dan Kompetensi Bahasa Arab bagi Mahasantri Ma’had Tahfidz Kejuruan Layar Dakwah dalam Mendukung Dakwah Moderat dan Berkelanjutan” ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Kemitraan Perintis Tahun 2026 yang didanai melalui sumber dana Non-PNBP Universitas Sumatera Utara.
Program ini diketuai oleh Muhammad Jamil, M.Hum., bersama tim dosen Fakultas Ilmu Budaya USU. Kegiatan tersebut melibatkan 42 mahasantri sebagai peserta utama dengan tujuan meningkatkan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara komunikatif, santun, dan persuasif.
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan komunikasi dalam aktivitas dakwah. Penguasaan materi keagamaan saja dinilai belum cukup untuk menghasilkan penyampaian dakwah yang efektif. Seorang pendakwah juga perlu memiliki keterampilan berbicara di depan umum, menyusun materi secara sistematis, mengelola intonasi, menggunakan bahasa tubuh, serta membangun komunikasi yang baik dengan pendengar.
Berdasarkan asesmen awal yang dicantumkan dalam proposal kegiatan terhadap 42 mahasantri, ditemukan sejumlah tantangan dalam kemampuan retorika dakwah. Sebanyak 71 persen mahasantri mengaku masih merasa gugup ketika berbicara di depan umum, 64 persen mengalami kesulitan menyusun materi ceramah secara sistematis, dan 59 persen belum optimal dalam mengelola intonasi, artikulasi, serta kontak mata dengan audiens.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim pengabdian USU untuk menghadirkan program pelatihan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan ruang praktik dan pendampingan secara langsung.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung melalui lima kali pertemuan, mulai 19 September hingga 16 Oktober 2026, bertempat di lingkungan Ma’had Tahfidz Kejuruan Layar Dakwah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian materi retorika dakwah, kemudian dilanjutkan dengan praktik berpidato secara bertahap.
Dalam proses pendampingan, mahasantri mendapatkan pembinaan mengenai teknik membuka pidato yang mampu menarik perhatian pendengar, pengolahan vokal dan intonasi, penekanan makna dalam penyampaian pesan, penggunaan bahasa tubuh dan ekspresi, hingga teknik menutup pidato agar meninggalkan kesan bagi audiens.
Menariknya, praktik berpidato dilaksanakan berdasarkan kelompok bidang keilmuan masing-masing mahasantri. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya dilatih untuk berbicara di depan umum, tetapi juga diarahkan agar mampu menyampaikan pengetahuan sesuai dengan bidang yang mereka kuasai.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Jamil, M.Hum., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kemampuan keagamaan yang telah dimiliki mahasantri dengan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam aktivitas dakwah di tengah masyarakat.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan pesan keagamaan merupakan aspek penting yang perlu terus dikembangkan. Pesan yang baik perlu disampaikan dengan cara yang tepat agar dapat dipahami oleh masyarakat secara lebih luas.
Selain penguatan retorika, program ini juga membawa perhatian pada pentingnya kompetensi bahasa Arab praktis. Sebagai bahasa sumber Al-Qur’an, hadis, dan berbagai literatur keislaman, bahasa Arab memiliki peran penting dalam membantu calon pendakwah memahami sumber ajaran Islam secara lebih mendalam dan bertanggung jawab.
Melalui program ini, tim pengabdian berharap para mahasantri tidak hanya memiliki keberanian untuk tampil di hadapan publik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan argumentasi yang baik, bahasa yang santun, serta pendekatan yang moderat dan sesuai dengan karakter masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi antara Program Studi Sastra Arab FIB USU dan Ma’had Tahfidz Kejuruan Layar Dakwah diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program pengabdian, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan dalam pembinaan generasi muda.
Pada akhirnya, pemberdayaan calon pendakwah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di atas mimbar, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan pesan keagamaan yang mencerahkan, membangun pemahaman, serta memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
