Wisuda STIM-LPI Makassar 2026: Lulusan Didorong Jadi Generasi Berdampak, Kreatif, dan Mandiri

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Makassar — Suasana khidmat sekaligus penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan Wisuda Program Sarjana Manajemen Angkatan XXI dan Program Magister Manajemen Angkatan X STIM-LPI Makassar yang digelar di Hotel Dalton Makassar.
Momentum wisuda tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para lulusan untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus mempersiapkan diri memasuki fase baru kehidupan. Berbagai pesan tentang integritas, kemandirian, pemanfaatan ilmu, serta kontribusi bagi masyarakat menjadi benang merah dalam rangkaian sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, mewakili Ketua Yayasan LPI-MR, Dr. Andi Syahrum, S.S., S.E., M.Si., menyampaikan pesan singkat namun sarat makna kepada para wisudawan dan wisudawati.
“Jaga almamater di mana pun berada,” pesannya.
Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan, para alumni akan menjadi representasi STIM-LPI Makassar di tengah masyarakat. Karena itu, nama baik almamater tidak hanya dijaga melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui perilaku, integritas, etika, profesionalisme, dan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.
Pesan inspiratif juga disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, yang hadir dalam prosesi wisuda tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk hadir dan bertemu langsung dengan para wisudawan dan wisudawati.
Munafri menilai bahwa keberhasilan mencapai tahap wisuda merupakan hasil dari perjalanan yang tidak mudah. Ada proses panjang, pengorbanan, tantangan, serta kerja keras yang harus dilewati hingga akhirnya para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas.
“Perjuangan tentu tidak mudah untuk dilewati, tetapi semuanya tetap harus dijalani. Wisuda ini bukan akhir, tetapi merupakan fase awal untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Wali Kota Makassar juga menekankan pentingnya menggunakan ilmu secara bertanggung jawab. Menurutnya, ilmu yang dimiliki harus mampu memberi manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Ia juga menyinggung pentingnya fondasi nilai dalam penggunaan ilmu pengetahuan. Ilmu yang dilandasi akidah dan dibalut dengan iman, menurutnya, akan melahirkan manfaat yang lebih besar dan terarah. Karena itu, para wisudawan diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia yang berkontribusi membawa Kota Makassar menuju kondisi yang semakin baik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua STIM-LPI Makassar, Prof. Dr. Muhammad Nasir, S.E., M.S. mendorong para lulusan untuk menjadi insan yang tidak hanya berhasil secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya menunggu tersedianya lapangan pekerjaan. Para lulusan perlu memiliki keberanian untuk menciptakan peluang, berinovasi, membangun kreativitas, dan mengembangkan kemandirian.
“Jangan hanya berharap pada lowongan pekerjaan. Berinovasilah, kreatif, terus berkembang, dan mampu berdikari. Jadilah lulusan yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed., dalam sambutannya turut memberikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia juga menjelaskan peran LLDIKTI dalam menjaga dan mengawasi mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Menurutnya, proses pendidikan mahasiswa dikawal sejak tahap penerimaan mahasiswa baru, proses pembelajaran, hingga mahasiswa dinyatakan lulus. Setiap tahapan tersebut melalui mekanisme verifikasi sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Ia menegaskan bahwa para mahasiswa yang diwisuda telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan kelulusan, termasuk telah memperoleh Penomoran Ijazah Nasional (PIN) sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan wisuda semakin bermakna karena turut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STIM-LPI Makassar dan tiga lembaga, yakni Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, RSUD Daya Makassar, serta Koperasi Konsumen Nur Afiah RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah STIM-LPI Makassar dalam memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai program kolaboratif lainnya.
Melalui momentum wisuda ini, STIM-LPI Makassar menegaskan bahwa kelulusan bukan sekadar tentang memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh dapat diwujudkan dalam karya, inovasi, kemandirian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
