DPRD Bone Bolango Minta PT Gorontalo Minerals Pastikan Produksi 2027
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kanar Baru, Gorontalo— DPRD Kabupaten Bone Bolango meminta PT Gorontalo Minerals memastikan realisasi rencana produksi yang ditargetkan mulai April 2027. Kepastian tersebut menjadi salah satu poin utama yang disoroti DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen PT Gorontalo Minerals, Rabu (16/9/2026).
RDP berlangsung di Ruang Rapat DPRD Bone Bolango, Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa. Dalam pertemuan tersebut, DPRD mempertanyakan perkembangan perusahaan yang telah menjalankan kegiatan di Bone Bolango sejak sekitar 2009–2010, namun rencana produksi beberapa kali mengalami perubahan.
Ketua Komisi II DPRD Bone Bolango, Sofyan Wahidji, meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan mengenai kepastian dimulainya produksi. Menurutnya, target produksi perlu memiliki kejelasan waktu agar pemerintah daerah maupun masyarakat dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan keberadaan perusahaan.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie, menyoroti dampak ketidakpastian produksi terhadap perencanaan pembangunan daerah. Ia meminta kontribusi perusahaan tidak kembali menjadi sekadar asumsi dalam penyusunan program dan anggaran daerah.
DPRD berharap target produksi pada April 2027 yang disampaikan perusahaan dapat direalisasikan. Dengan dimulainya produksi, DPRD mengharapkan kehadiran PT Gorontalo Minerals dapat memberikan manfaat nyata bagi Bone Bolango, baik dari sisi penerimaan daerah, pertumbuhan ekonomi maupun pembukaan lapangan kerja.
Anggota DPRD Bone Bolango, Rizki Huntuyungo, juga meminta perusahaan menyampaikan roadmap yang jelas dan terukur menuju tahap produksi. Roadmap tersebut dinilai penting sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengetahui tahapan pekerjaan hingga perusahaan benar-benar memasuki fase produksi.
Dari pihak PT Gorontalo Minerals, Direktur Mohammad Sulthon menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan produksi mulai April 2027. Produksi awal akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas pengolahan serta kegiatan pertambangan.
Selain membahas kepastian produksi, DPRD turut menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan, termasuk tambang rakyat di sekitar Motomboto, tenaga kerja lokal, keterlibatan vendor daerah, hingga program Corporate Social Responsibility (CSR).
DPRD mendorong agar masyarakat Bone Bolango memperoleh kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam aktivitas perusahaan. Peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal juga dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menempati posisi dengan keterampilan rendah.
Program CSR perusahaan turut diharapkan diarahkan pada pendidikan, beasiswa, serta pelatihan keterampilan bagi pemuda Bone Bolango sebagai bagian dari persiapan menghadapi kebutuhan tenaga kerja ketika aktivitas produksi meningkat.
Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan terhadap target produksi 2027. Namun, Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa menekankan pentingnya penyelesaian persoalan sosial yang berkaitan dengan masyarakat penambang sebelum perusahaan memasuki tahap produksi.
Melalui RDP tersebut, DPRD Bone Bolango meminta PT Gorontalo Minerals memberikan kepastian terhadap target produksi April 2027 sekaligus memastikan tahapan menuju produksi dapat berjalan sesuai rencana.
Kepastian tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, sekaligus memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bone Bolango.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
