Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

MTQ LDIK UNISMU: Menanam Cinta Al-Qur’an, Menyiapkan Generasi Berkarakter

IMG_20260905_110322
Sambutan Dekan FEB UNISMU Purwakarta, Dr. Reza Saleh pada kegiatan MTQ yang digelar UKM LDIK FEB UNISMU Purwakarta, Sabtu (5/9/2026)..

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi muda yang beriman, berkarakter, dan berprestasi menjadi perhatian Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Dr. KH. EZ Muttaqien (UNISMU) Purwakarta.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Islam Kampus (LDIK) FEB UNISMU Purwakarta di Aula Kampus UNISMU, Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema “Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an demi Terwujudnya Generasi Beriman dan Berprestasi”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan keagamaan. MTQ juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan bakat, minat, dan potensi di bidang keislaman sekaligus memperkuat karakter spiritual sejak usia sekolah.

Ketua Panitia MTQ, Ujang Ahmad Mubarok, mahasiswa semester III Program Studi Manajemen FEB UNISMU Purwakarta, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an.

“Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi muda yang beriman. Kami ingin anak-anak muda di Purwakarta tidak hanya mengenal Al-Qur’an, tetapi juga mencintai dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Ujang.

Menurutnya, MTQ dilaksanakan selama satu hari dengan mempertandingkan empat kategori, yakni tilawatil Qur’an, nasyid, syarhil Qur’an, dan kaligrafi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan.

Peserta berasal dari sejumlah sekolah di Kabupaten Purwakarta, termasuk SMKN 1 Purwakarta dan beberapa sekolah lainnya. Panitia memang memfokuskan kepesertaan pada jenjang SMA, SMK, dan MA.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan regenerasi muda yang memiliki karakter Islami sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan bakat dan minat,” katanya.

Pelaksanaan MTQ tersebut mendapat dukungan dari jajaran pimpinan FEB UNISMU Purwakarta. Hadir di antaranya Dekan FEB UNISMU Purwakarta, Wakil Dekan Bidang Akademik Ade Nurhayati Kusuma Dewi, S.E., M.M., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Assoc. Prof. Dr. Dedeng Abdulgani Amrullah, M.Si., Ketua Program Studi Manajemen, Ketua Program Studi Akuntansi, sejumlah dosen, serta unsur Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dekan FEB UNISMU Purwakarta, Dr. Reza Saleh, M.Sc., M.Ak., M.H., Ak., CA., mengapresiasi inisiatif mahasiswa melalui UKM LDIK dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut Reza, pendidikan tinggi tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pembentukan karakter, integritas, kepemimpinan, dan nilai-nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

“Ini merupakan wujud kepedulian para pengurus, dosen, dan mahasiswa terhadap agama Islam. Apalagi UNISMU merupakan universitas Islam, sehingga kegiatan keagamaan seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan,” ujar Reza.

Ia menilai kemampuan akademik dapat diperoleh melalui proses pembelajaran, buku, maupun perkembangan teknologi informasi. Namun, pembentukan karakter membutuhkan proses yang lebih panjang karena harus dibangun melalui kesadaran, keteladanan, dan pembiasaan.

“Ilmu secara akademis bisa dipelajari dari buku maupun berbagai sumber informasi. Tetapi pembentukan karakter harus tumbuh dari kesadaran diri. Kami berusaha memfasilitasi dan membimbing mahasiswa agar tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” jelasnya.

Reza menegaskan, kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan jiwa rela berkorban merupakan sejumlah nilai penting yang harus tertanam dalam diri generasi muda. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan pesan moral yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Lebih dari itu, keterlibatan mahasiswa dalam organisasi dan kepanitiaan juga menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan.

“Melalui UKM, mahasiswa belajar membuat kegiatan, menyusun kepanitiaan, membagi tugas, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan. Ini menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan mereka,” katanya.

Reza berharap mahasiswa UNISMU mampu memiliki keseimbangan antara kecakapan akademik, karakter, dan pemahaman keagamaan. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Selain belajar tentang dunia, kita juga harus belajar tentang akhirat sehingga menjadi manusia yang lengkap. Harapannya, lulusan UNISMU dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi negara, bangsa, dan agama,” tuturnya.

Sementara itu, Pembina UKM LDIK UNISMU Purwakarta, H. Patoni, S.Pd., M.Pd., M.M., mengatakan MTQ merupakan salah satu program UKM LDIK yang memiliki keterkaitan erat dengan pembinaan karakter keagamaan dan spiritual mahasiswa.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa, khususnya dalam menerapkan teori manajemen yang telah diperoleh selama perkuliahan.

“Tujuan kegiatan ini salah satunya memberikan ruang kepada mahasiswa agar mampu mempraktikkan ilmu yang sudah diperolehnya, terutama dalam hal manajerial,” kata Patoni.

Ia menjelaskan, mahasiswa Program Studi Manajemen telah memperoleh materi mengenai pengelolaan organisasi dan kegiatan, termasuk konsep planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC).

Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam penyelenggaraan MTQ, mulai dari menyusun perencanaan, membentuk kepanitiaan, membagi tugas, melaksanakan kegiatan hingga melakukan pengawasan dan evaluasi.

“Mereka belajar bagaimana melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai pengawasan terhadap sebuah kegiatan. Istilahnya learning by doing, belajar dengan melakukan. Dengan begitu, mereka mendapatkan pengalaman secara langsung,” jelasnya.

Patoni mengapresiasi kemampuan mahasiswa yang mampu menggagas sekaligus menjalankan kegiatan tersebut. Terlebih, para mahasiswa yang terlibat merupakan mahasiswa yang baru menyelesaikan semester II dan akan memasuki semester III.

“Saya sangat bersyukur mahasiswa yang baru akan memasuki semester III sudah mampu merumuskan dan melaksanakan kegiatan yang memiliki nilai keagamaan sekaligus memberikan pengalaman manajerial,” ujarnya.

Ia berharap UKM LDIK dapat terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat karakter spiritual, sekaligus mengembangkan kemampuan organisasi, kepemimpinan, dan manajerial.

“Yang paling penting adalah mereka tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mempraktikkan ilmu manajerial yang sudah dipelajari melalui kegiatan nyata. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal penting bagi mereka ke depan,” pungkasnya.

Melalui MTQ tersebut, UKM LDIK FEB UNISMU Purwakarta menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan kampus dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas. Bukan hanya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter, menggali potensi generasi muda, serta melatih kemampuan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store