Bone Bolango Dorong Transisi Energi dan Investasi Hijau
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo— Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mendorong percepatan transisi energi dan pengembangan investasi hijau sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Ichsan mengatakan, pemerintah daerah ingin menjadikan program go green dan efisiensi energi bukan sekadar kebijakan jangka pendek, tetapi sebagai warisan pembangunan yang dapat dirasakan generasi mendatang.
Menurutnya, langkah tersebut mengacu pada berbagai regulasi nasional mengenai transisi energi, efisiensi energi, dan pelestarian lingkungan.
“Program ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi harus menjadi legacy atau warisan nyata bagi generasi masa depan Bone Bolango,” ujar Ichsan.
Investasi Jadi Strategi Tanpa Membebani APBD
Ichsan menyebut, keterbatasan APBD membuat pemerintah daerah perlu mencari pola pembiayaan alternatif untuk merealisasikan program pembangunan hijau.
Karena itu, kerja sama investasi mandiri menjadi salah satu strategi yang didorong Pemkab Bone Bolango.
Peluang investasi tersebut terbuka pada berbagai komoditas dan sektor unggulan daerah. Kebijakan ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Bone Bolango untuk membuka peluang investasi seluas-luasnya dan semudah-mudahnya tanpa membebani keuangan daerah.
Sejumlah sektor yang dinilai potensial antara lain pembangunan infrastruktur energi terbarukan, pertanian dan perkebunan berkelanjutan, pariwisata ekologis, hingga pengolahan limbah dan industri kreatif hijau.
Pengembangan energi terbarukan dapat mencakup pemanfaatan tenaga surya, mikrohidro, serta pengolahan sampah menjadi energi ramah lingkungan.
Sementara sektor pertanian dan perkebunan diarahkan pada penerapan konsep green agriculture yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau
Ichsan mengakui, mewujudkan ekosistem go green membutuhkan pembiayaan, teknologi, infrastruktur, serta komitmen jangka panjang.
Menurutnya, transisi menuju energi bersih dan ekonomi hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Seluruh pihak perlu membangun ekosistem secara bersama-sama agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Ekosistem ini harus dibangun secara kolektif agar berkesinambungan dan tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.
Libatkan BUMD hingga Perbankan
Untuk mendukung pelaksanaan program di tingkat masyarakat, Pemkab Bone Bolango juga mendorong sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Desa (BUNDes), Koperasi Desa (Kopdes), dan sektor perbankan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor ekonomi hijau.
Selain itu, BUNDes dan Kopdes diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi sirkular di tingkat desa.
Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memastikan akses permodalan investasi menjangkau berbagai lini komoditas hingga ke tingkat masyarakat.
“Melalui visi besar Bapak Bupati untuk membuka pintu investasi seluas-luasnya, serta dukungan sinergi dari perbankan, BUMD, BUNDes, hingga Kopdes, kami optimis Bone Bolango mampu mewujudkan kemandirian ekonomi hijau yang kokoh, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat,” tutup Ichsan.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
