Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Konferwil I PWNU Papua Barat Daya Tetapkan KH Rofiul Amri dan KH Mulyono sebagai Nahkoda Baru PWNU PBD

Konferwil I PWNU Papua Barat Daya Tetapkan KH Rofiul Amri dan KH Mulyono sebagai Nahkoda Baru PWNU PBD
Konferwil I PWNU Papua Barat Daya Tetapkan KH Rofiul Amri dan KH Mulyono sebagai Nahkoda Baru PWNU PBD .

Jurnalis:

Kabar Baru, Sorong – Konferensi Wilayah (Konferwil) Ke-I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Barat Daya menetapkan kepemimpinan baru untuk periode mendatang. Forum yang diikuti enam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Papua Barat Daya tersebut menetapkan KH Rofiul Amri sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Mulyono sebagai Rais Syuriah.

Konferwil I PWNU Papua Barat Daya mengusung tema “Bergerak, Berdayakan Umat Memasuki Abad Ke-2”. Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi setelah PWNU Papua Barat Daya menjalani masa percobaan sebagai wilayah hasil pemekaran organisasi NU di Tanah Papua.

Untuk menentukan Rais Syuriah, Konferwil menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Proses diawali dengan pemilihan sejumlah ulama atau kiai sepuh oleh peserta Konferwil untuk menjadi anggota AHWA. Selanjutnya, anggota AHWA terpilih bermusyawarah untuk menentukan Rais Syuriah hingga akhirnya menyepakati KH Mulyono sebagai Rais Syuriah PWNU Papua Barat Daya.

Ketua Panitia Konferwil I PWNU Papua Barat Daya, Aryfudin, mengatakan mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses organisasi yang mengedepankan musyawarah serta pertimbangan para ulama.

Menurutnya, proses yang berlangsung dalam forum menunjukkan bahwa peserta lebih mengutamakan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan kelompok.

“Prosesnya kita jalankan sesuai mekanisme organisasi. Untuk Rais Syuriah, peserta memilih AHWA terlebih dahulu, kemudian para kiai yang terpilih bermusyawarah untuk menentukan Rais Syuriah,” kata Aryfudin.

Aryfudin menilai hasil Konferwil menjadi modal penting untuk menyatukan langkah enam PCNU di Papua Barat Daya. Ia berharap kepengurusan yang terbentuk tidak hanya berkutat pada administrasi organisasi, tetapi segera menerjemahkan hasil konferensi ke dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Konferwil ini bukan akhir dari proses, tetapi awal untuk memperkuat konsolidasi. Setelah ini kita berharap kepengurusan segera bekerja dan menyusun langkah-langkah organisasi agar NU semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah terpilih, KH Rofiul Amri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan PWNU Papua Barat Daya hingga pelaksanaan Konferwil pertama.

Ia menilai keberadaan enam PCNU memiliki peran penting dalam menopang kerja PWNU karena aktivitas organisasi di tingkat cabang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Tanpa ketua-ketua cabang di kabupaten kota, PWNU tidak akan ada apa-apa. Dan PWNU tanpa penasihat yang kuat, kita juga akan berjalan timpang,” ujar Rofiul.

Setelah ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah, Rofiul mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan jajaran PCNU untuk memastikan roda organisasi berjalan. Ia juga menargetkan penyelesaian administrasi kepengurusan agar struktur baru segera memperoleh pengesahan dan dapat menjalankan agenda organisasi.

Langkah tersebut dinilai penting karena PWNU Papua Barat Daya juga harus mempersiapkan diri menghadapi agenda Muktamar NU di Jombang.

“Yang sudah diumumkan itu berkasnya disiapkan, supaya teman-teman yang masuk di pengurus bisa cepat di-SK-kan,” katanya.

Rofiul berharap hasil Konferwil I menjadi pijakan bagi PWNU Papua Barat Daya untuk memasuki fase baru dengan semangat pengabdian yang lebih kuat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan jajaran pengurus cabang dan seluruh unsur organisasi.

“Insya Allah setelah muktamar kita akan terus bergerak dan saya akan berkoordinasi dengan bapak-bapak dan saudara sekalian,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya KH Rofiul Amri sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Mulyono sebagai Rais Syuriah, Konferwil I PWNU Papua Barat Daya menjadi titik awal penguatan organisasi di enam PCNU sekaligus memperluas khidmat NU dalam bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Papua Barat Daya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store