Widyaiswara GTK Papua Barat Tekankan Kualitas dalam Seminar Pendidikan Gratis
Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Sorong — Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Papua Barat Daya terus diperkuat melalui Seminar “Penerapan Pendidikan Gratis dan Dampaknya terhadap Mutu Pendidikan pada Jenjang SD, SMP, SMA/SMK” yang diselenggarakan Yayasan Peduli Papua di Hotel Mariat, Kota Sorong, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan serta narasumber utama dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Papua Barat.
Yusuf Muri Salampessy, M.Pd., Widyaiswara Balai GTK Papua Barat yang hadir mewakili Kepala Balai, menyampaikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan seminar ini. Menurutnya, kemampuan panitia menarik ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan merupakan pencapaian luar biasa yang menunjukkan besarnya perhatian terhadap masa depan pendidikan di Papua Barat Daya.
“Kami sangat berterima kasih dan salut. Yayasan mampu menghimpun ratusan peserta untuk hadir bersama dalam seminar ini. Ini luar biasa,” ujar Yusuf.
Yusuf menegaskan bahwa pendidikan gratis sebagai program nasional tidak boleh dipahami sebatas penghapusan biaya sekolah. Yang jauh lebih penting, katanya, adalah memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga dan terus meningkat. Ia mengingatkan bahwa pemerataan layanan pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi guru, penguatan manajemen sekolah, dan hadirnya inovasi pembelajaran.
Dalam pemaparannya, Yusuf memperkenalkan konsep “BANGKIT”, akronim dari Belajar, Akses, Nilai, Gratis, Kualitas, Inovasi, Tanggung Jawab.
Konsep ini dirancang sebagai fondasi agar kebijakan pendidikan gratis memberikan dampak nyata terhadap mutu pembelajaran dan pengembangan potensi peserta didik.
“Pendidikan yang berkualitas harus dibangun melalui inovasi, peningkatan akses, serta tanggung jawab bersama antara guru, pemerintah, yayasan, dan masyarakat,” jelasnya.
Yusuf juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan pendidikan di Papua Barat Daya, terutama dengan adanya kebijakan peningkatan kesejahteraan guru oleh pemerintah pusat. “Jika guru sejahtera dan makmur, maka kualitas pembelajaran pasti meningkat,” tegasnya.
Ia menilai Papua Barat Daya memiliki peluang besar menjadi pusat kemajuan pendidikan di wilayah timur Indonesia. “Mari jadikan Papua Barat Daya bukan hanya pintu gerbang masuk ke Tanah Papua, tetapi pintu gerbang masa depan bagi anak-anak Papua dan Nusantara,” harapnya.
Seminar ini mendapat respons positif dari para peserta yang menilai kegiatan tersebut sebagai ruang diskusi konstruktif untuk memahami arah kebijakan pendidikan nasional dan implementasi pendidikan gratis secara efektif. Yayasan Peduli Papua Bangkit Sejahtera menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Papua Barat Daya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

