Viral Video Diduga Kadis Disperindag Batam, Gustian Riau Melakukan Asusila

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Batam – Jagat media sosial di Kota Batam, Kepulauan Riau, di hebohkan oleh beredarnya potongan video yang menampilkan adegan tidak senonoh melalui panggilan video. Sosok pria dalam rekaman tersebut di sebut-sebut memiliki kemiripan dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau.
Isi Video Picu Polemik Publik
Video berdurasi singkat yang beredar luas di berbagai platform media sosial dan grup percakapan itu memperlihatkan seorang pria tengah melakukan video call dengan seorang perempuan. Dalam tayangan tersebut, pria itu tampak beberapa kali mengubah arah kamera ke bagian tubuh tertentu. Sementara wajahnya tetap terlihat menghadap layar.
Rekaman yang di duga merupakan komunikasi pribadi itu kemudian bocor ke ruang publik dan memicu beragam reaksi masyarakat. Mulai dari kecaman hingga spekulasi mengenai keaslian video.
Gustian Riau Bantah Video, Sebut Rekayasa AI
Menanggapi polemik yang berkembang, Gustian Riau memberikan klarifikasi dan secara tegas membantah bahwa pria dalam video tersebut adalah dirinya. Ia menyatakan video itu merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Itu video hasil AI semua,” kata Gustian Riau.
Ia mengaku menjadi korban penyalahgunaan teknologi digital, di mana foto dan aset visual pribadinya yang di ambil dari media sosial di gunakan pihak tak bertanggung jawab untuk membuat konten palsu.
Ada Motif Pemerasan
Gustian mengungkapkan bahwa penyebaran video tersebut di duga berkaitan dengan upaya pemerasan. Pelaku, menurutnya, meminta sejumlah uang agar video tidak di sebarluaskan atau di hapus.
“Pelaku meminta uang sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta. Akunnya juga berganti-ganti,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kasus serupa bukan kali pertama menimpanya. Modus yang di gunakan pelaku di sebut berulang, dengan memanfaatkan foto-foto yang tersedia di media sosial untuk kemudian di manipulasi menggunakan teknologi AI.
Berdasarkan penelusuran awal, Gustian menyebutkan bahwa pelaku di duga tidak berada di Batam. Ia menyebut lokasi pelaku sempat terlacak berada di luar wilayah Kepulauan Riau.
“Awalnya terdeteksi di Manado, kemudian berpindah ke Makassar,” ungkapnya.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan tersebut, Gustian Riau menyatakan akan melaporkan kasus ini secara resmi kepada aparat penegak hukum.
“Nanti akan saya laporkan sendiri,” tegasnya.
Kasus ini kembali menyoroti maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan untuk kepentingan kriminal, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat terkait risiko manipulasi digital di era media sosial.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

