Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Uji Emisi Makin Ketat, Bengkel Lokal Jadi Penyelamat Motor Karburator

IMG_20260106_145104
Kondisi di Johan Garage, bengkel lokal di Kota Bekasi.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bekasi – Menjelang penerapan uji emisi yang semakin ketat pada akhir 2025, bengkel-bengkel sepeda motor mulai merasakan perubahan signifikan. Kekhawatiran pemilik motor karburator terhadap regulasi lingkungan mendorong meningkatnya permintaan penyesuaian teknologi agar kendaraan tetap layak jalan, efisien, dan ramah lingkungan.

Kondisi tersebut terlihat di Johan Garage, bengkel lokal di Kota Bekasi, yang belakangan ramai didatangi pemilik motor untuk melakukan konversi sistem bahan bakar dari karburator ke injeksi. Bengkel ini menjadi salah satu contoh bagaimana adaptasi teknologi tak lagi hanya menjadi urusan pabrikan, tetapi juga dijalankan di tingkat bengkel rakyat.

Sebagian besar motor yang masuk bengkel memiliki persoalan serupa, seperti konsumsi bahan bakar yang boros, emisi gas buang tinggi, hingga potensi gagal uji emisi. Namun, kekhawatiran itu perlahan berubah menjadi optimisme setelah pemilik motor mengetahui adanya solusi teknis yang mampu meningkatkan kualitas pembakaran mesin.

CEO Johan Garage, Muhammad Farhan, mengatakan tren tersebut menunjukkan pergeseran pola pikir pengguna sepeda motor. Menurutnya, pemilik kendaraan kini mulai mempertimbangkan aspek efisiensi dan kepatuhan terhadap standar emisi, bukan sekadar perbaikan saat terjadi kerusakan.

“Menjelang uji emisi, banyak motor dengan konsumsi bahan bakar boros datang ke bengkel. Setelah dikonversi ke injeksi, pembakaran menjadi lebih presisi, lebih bersih, dan emisinya lebih terkontrol. Pengaturan bahan bakar juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, proses konversi injeksi dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur. Setiap motor disetel menggunakan dyno untuk mengatur air fuel ratio (AFR) agar pembakaran berada pada komposisi ideal. Melalui data dyno, teknisi dapat membaca karakter mesin secara detail sehingga hasil pembakaran lebih stabil.

Menurut Farhan, sistem karburator memiliki keterbatasan karena sensitif terhadap perubahan suhu dan kondisi mesin. Hal ini menyebabkan pembakaran tidak konsisten dan berisiko meningkatkan emisi gas buang. Sebaliknya, sistem injeksi memungkinkan pengaturan yang lebih adaptif sesuai kebutuhan mesin.

“Karburator semakin sulit mengikuti tuntutan emisi saat ini. Dengan pengaturan AFR yang tepat, pembakaran bisa lebih bersih dan stabil. Ini memberi kesempatan bagi pemilik motor lama untuk tetap menggunakan kendaraannya tanpa tertinggal perkembangan teknologi,” katanya.

Bagi pemilik motor, transisi dari karburator ke injeksi bukan sekadar perubahan teknis, melainkan bentuk adaptasi terhadap kebijakan lingkungan yang semakin ketat. Sepeda motor yang menjadi sarana mobilitas utama tetap dapat digunakan melalui penyesuaian teknologi yang relatif terjangkau.

Dengan uji emisi sebagai penanda era baru perawatan kendaraan, tren konversi motor karburator ke injeksi diperkirakan akan terus meningkat. Bengkel-bengkel lokal pun kini memegang peran strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan tuntutan regulasi.

Di tengah deru mesin dan pembacaan data dyno, bengkel kecil seperti Johan Garage menjadi ruang adaptasi baru tempat teknologi modern bertemu dengan kebutuhan motor harian masyarakat. (Red)

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store