Tragedi Ojol Tewas, Geninusa Desak Pemerintah Tindak Tegas Aparat

Jurnalis: Fahrur Rozi
Kabar Baru, Jakarta – Seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan meninggal dunia setelah dilindas mobil pengamanan kepolisian. Insiden tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Geninusa Jawa Timur yang menilai tindakan itu sebagai bentuk kelalaian aparat.
Ketua DPW Geninusa Jatim, Nurul Hidayat, menegaskan bahwa aparat seharusnya hadir memberikan perlindungan, bukan justru mencederai masyarakat. “Pemerintah harus peka bahwa hari ini kepercayaan publik sudah menurun. Seharusnya mereka mampu memberi rasa aman, bukan menambah luka,” ujarnya.
Nurul menambahkan bahwa tidak ada kekuasaan yang patut ditegakkan dengan mengorbankan nyawa rakyat. “Nyawa tidak ada bandingannya. Kita ini negara Pancasila, yang menjunjung tinggi keadilan dan kesejahteraan, bukan kekerasan dan arogansi,” tegasnya.
Ia juga mengecam tindakan represif yang diduga dilakukan oknum kepolisian. Menurutnya, keberadaan ojek online sangat vital dalam kehidupan masyarakat modern. “Ojol adalah pahlawan bagi kita. Mereka bekerja siang dan malam agar kita bisa hidup nyaman di rumah. Sangat mengenaskan, hari ini salah satu pahlawan itu gugur karena arogansi oknum kepolisian,” katanya.
Nurul menutup pernyataannya dengan menyerukan agar aparat lebih berpihak pada rakyat. “Rakyat harus diayomi. Suara mereka adalah jeritan yang menuntut penyelesaian, bukan untuk dibungkam apalagi dibinasakan,” pungkasnya.
Hingga kini, publik menanti langkah tegas pemerintah dalam menindak aparat yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut, guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.