Sosialisasi Empat Pilar, SAI Dorong Budaya Literasi sebagai Kekuatan Bangsa

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Bangkalan – Said Abdullah Institute (SAI) Bangkalan menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Minggu, (28/12/25).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Anggota DPR RI sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, dalam memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan mahasiswa.
Sosialisasi tersebut menitikberatkan pada penguatan budaya literasi dalam perspektif Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Literasi dipandang sebagai fondasi penting untuk membangun kesadaran kritis, rasional, dan berkarakter kebangsaan di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Dalam kegiatan itu, Zilda Khilmatus Shokhikhah dan Muhammad Soleh hadir sebagai narasumber. Keduanya menekankan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, memilah, serta mengkritisi informasi berdasarkan nilai-nilai kebangsaan.
Menurut mereka, penguatan literasi menjadi kunci agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun paham-paham yang bertentangan dengan Empat Pilar Kebangsaan.
Ketua Said Abdullah Institute Bangkalan, Prof. Safi, menyampaikan bahwa penguatan budaya literasi merupakan strategi penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menilai, pemahaman Empat Pilar Kebangsaan akan lebih kokoh jika ditopang oleh tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis yang berkelanjutan.
“Budaya literasi harus menjadi ruh dalam implementasi Empat Pilar Kebangsaan. Dengan literasi yang kuat, mahasiswa mampu memahami nilai Pancasila secara utuh, menempatkan konstitusi sebagai rujukan berpikir, menjaga NKRI, serta merawat kebhinekaan secara cerdas dan bermartabat,” ujar Prof. Safi.
Ia juga menegaskan bahwa kader HMI memiliki posisi strategis sebagai intelektual muda yang diharapkan mampu menjadi pelopor literasi kebangsaan di tengah masyarakat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif membahas tantangan penguatan literasi kebangsaan di lingkungan kampus maupun masyarakat, sekaligus merumuskan langkah konkret agar nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, Said Abdullah Institute Bangkalan berharap semua mahasiswa tidak hanya memahami Empat Pilar Kebangsaan secara normatif, tetapi juga mampu menginternalisasikannya melalui budaya literasi yang kritis, inklusif, dan berorientasi pada persatuan bangsa,” pungkasnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

