PWRI Sumenep Dorong Pembangunan Sport Center sebagai Legacy Bupati Fauzi

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep — Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) merealisasikan pembangunan Sport Center sebagai legacy kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dorongan itu mengemuka dalam forum group discussion (FGD) yang digelar DPC PWRI Sumenep bersama Disbudporapar, akademisi, Komisi IV DPRD, KONI, dan para pengurus cabor di Pendopo Agung Sumenep, Rabu (19/11).
Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, menegaskan bahwa Sport Center harus menjadi prioritas daerah demi memperkuat pembinaan atlet jangka panjang.
“Sport Center ini bukan sekadar kebutuhan cabor, tetapi investasi masa depan Sumenep. Karena itu, kami mendorong Bupati Achmad Fauzi untuk menjadikannya legacy kepemimpinan beliau. Fasilitas olahraga yang terpusat dan representatif akan menjadi fondasi pembinaan atlet jangka panjang,” ujarnya.

Setelah menyoroti infrastruktur, Rusydiyono menegaskan pentingnya penyusunan roadmap olahraga yang terukur dan berkelanjutan.
“Pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan rutinitas tahunan. Sumenep butuh roadmap olahraga yang jelas, siapa mengerjakan apa, targetnya apa, dan bagaimana pembinaannya. Dengan peta jalan yang terukur, semua pemangku olahraga bisa berjalan pada rel yang sama,” katanya.
Ia menambahkan, forum ini digelar untuk menyatukan pemangku olahraga yang selama ini bekerja secara terpisah, sehingga persoalan yang muncul dapat dirumuskan menjadi kebijakan bersama.
Rusydiyono juga memberi apresiasi kepada Mahrus Ali, anggota PWRI yang konsisten mengawal isu olahraga melalui liputan mendalam.
Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, yang hadir dalam FGD tersebut, menyatakan bahwa inisiatif PWRI selaras dengan kebutuhan daerah menghadapi Porprov 2027.
“FGD ini momentum untuk menyusun langkah strategis dan peta jalan pembangunan olahraga menuju Porprov 2027,” kata Wabup Imam.
Ia kembali menyoroti persoalan penarikan atlet Sumenep oleh daerah lain menjelang Porprov, yang menurutnya harus diantisipasi melalui regulasi tegas.
“Pembinaan dari bawah akan percuma kalau atlet kita dikontrak daerah lain. Butuh aturan yang jelas, hitam di atas putih, agar ini tidak terulang,” tegasnya.
Wabup Imam menekankan tiga fokus pembenahan menuju Porprov 2027: pembinaan atlet berbasis data dan potensi lokal, perbaikan infrastruktur olahraga, serta penguatan SDM kepelatihan dan manajemen cabor.
Ia optimistis Sumenep mampu meningkatkan prestasi bila langkah tersebut dijalankan konsisten.
PWRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pembangunan Sport Center, penyusunan roadmap olahraga, dan perkembangan pembinaan atlet di Sumenep melalui pemberitaan yang berkesinambungan.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

