Pramono Anung Gagal Tangani Banjir Jakarta, Padahal Anggaran Tembus Rp6 Triliun

Jurnalis: Abdul Hamid
Kabar Baru, Jakarta – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam mengatasi persoalan banjir mendapat kritik tajam.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Lukmanul Hakim, mengaku sangat kecewa terhadap langkah pemerintah provinsi yang ia nilai tidak sigap menghadapi luapan air di ibu kota.
Lukmanul menyebut orang nomor satu di Jakarta tersebut telah kehilangan momentum atau ketinggalan langkah.
Padahal, banjir merupakan masalah menahun yang seharusnya menjadi prioritas utama sejak awal masa jabatan.
“Banjir dan macet seharusnya mendapat perhatian khusus karena sudah menjadi problem latent di Jakarta,” ujar Lukmanul kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Sabtu (24/01/2026).
Mitigasi Dinilai Lemah
Menurut Lukmanul, banjir yang merajalela saat ini terjadi karena pemerintah tidak melakukan mitigasi secara cermat.
Ia menyayangkan kurangnya antisipasi tersebut sehingga warga kembali harus menanggung dampak luapan air yang meluas ke berbagai titik.
Ia juga menyoroti penggunaan anggaran di Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang sangat besar. Pada periode 2025-2026, Dinas SDA mengelola dana sekitar Rp3,9 triliun hingga Rp6,072 triliun.
Anggaran fantastis tersebut seharusnya mampu mengoptimalkan normalisasi sungai, pembangunan waduk, serta pemeliharaan pompa dan saluran.
Desak Optimalisasi APBD
Lukmanul menekankan bahwa fokus utama APBD DKI adalah meningkatkan infrastruktur pengendali banjir.
Hal ini mencakup perbaikan sarana dan prasarana yang selama ini menjadi tumpuan warga Jakarta untuk terhindar dari genangan.
“Kita sudah siapkan anggaran besar untuk perbaikan sarana prasarana. Namun, fakta di lapangan menunjukkan penanganan belum maksimal seperti yang kita alami sekarang,” tegasnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

