Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Peneliti Muda Ruben Cornelius Bongkar Dampak Buruk Paparan UV di IKN

Ruben Cornelius Siagian bersama Peneliti Senior ungkap ancaman UV IKN.

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan modernisasi Indonesia ternyata menghadapi ancaman kesehatan lingkungan yang tidak bisa diabaikan.

Sebuah penelitian yang dikerjakan selama lebih dari satu dekade akhirnya memberikan gambaran komprehensif tentang dampak pembangunan kota terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) di kawasan tersebut.

Temuan ini dipublikasikan melalui jurnal ilmiah bereputasi internasional, Journal of Environmental Science and Sustainable Development (JESSD), yang diterbitkan oleh Universitas Indonesia (UI).

Riset ini menegaskan bahwa pembangunan kota harus diimbangi dengan perlindungan lingkungan dan kebijakan kesehatan publik yang matang.

Penelitian Bertahun-tahun, Kolaborasi Lintas Kampus

 Studi ini dilakukan dengan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian dipimpin oleh Taufik Bin Roni Sahroni, ST., MT., Ph.D (Bina Nusantara University), bersama dengan peneliti lain seperti Ruben Cornelius Siagian (Universitas Negeri Medan), Dr. Nana Rahdiana, S.T., M.T dan Ir. Ade Suhara, ST., MM (Universitas Buana Perjuangan Karawang), Lulut Alfaris, S.T., M.T. (Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran), hingga Dr. Reza Ariefka., M.Si (Perguruan Tinggi Muhammadiyah OKU Timur, Sumatera Selatan).

Penelitian ini tidak lahir dalam semalam. Data yang kami gunakan mencakup periode 2010 hingga 2023, dengan analisis panjang dan berulang, agar bisa memberikan gambaran paling akurat tentang pola paparan UV di kawasan IKN,” ujar Ruben Cornelius Siagian kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Minggu (31/08/2025).

Jasa Stiker Kaca

Ancaman UV: Risiko Nyata dari Urbanisasi

Hasil penelitian menemukan bahwa urbanisasi melalui kepadatan penduduk, perubahan tata guna lahan, serta minimnya ruang terbuka hijau berhubungan langsung dengan peningkatan paparan UV.

Dari analisis data UV Index selama 13 tahun, tim menemukan disparitas yang signifikan:

  • Cluster 4 tercatat memiliki paparan UV tertinggi,
  • Cluster 5 terendah,
  • dengan selisih paparan mencapai 9,21 poin.

Angka ini menandakan bahwa sebagian wilayah di IKN menghadapi risiko kesehatan lebih tinggi, mulai dari kanker kulit, penuaan dini, hingga melemahnya sistem imun tubuh.

Kecerdasan Buatan sebagai Solusi Prediktif

Dalam kajiannya, peneliti tidak hanya berhenti pada pemetaan paparan UV, tetapi juga mengembangkan alat prediksi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Metode clustering dipadukan dengan algoritma XGBoost terbukti lebih akurat dibandingkan model prediksi lain seperti Random Forest. XGBoost mampu memproses data berdimensi tinggi dan kompleks, sehingga hasilnya bisa digunakan untuk sistem peringatan dini (early warning system) paparan UV.

Dengan teknologi ini, kita bisa mengetahui lebih awal kapan dan di mana masyarakat berisiko tinggi terkena paparan UV. Pemerintah bisa menjadikannya dasar kebijakan perlindungan masyarakat,” jelas Siagian.

Rekomendasi Kebijakan untuk Pemerintah

 Karena dipublikasikan oleh Universitas Indonesia sebagai salah satu lembaga akademik terkemuka, riset ini juga hadir dengan rekomendasi kebijakan yang menyentuh aspek strategis. Beberapa di antaranya:

  • Membangun sistem informasi indeks UV harian berbasis data, yang bisa diakses masyarakat luas.
  • Mengkampanyekan perlindungan UV, termasuk penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, dan manajemen waktu beraktivitas di luar ruangan.
  • Merancang tata kota ramah lingkungan, dengan penambahan ruang terbuka hijau dan jalur pedestrian terlindung.
  • Integrasi kebijakan iklim dan kesehatan, agar pembangunan IKN benar-benar berkelanjutan serta adaptif terhadap dampak perubahan iklim global.

“Pembangunan IKN tidak boleh semata-mata berorientasi pada ekonomi dan infrastruktur. Kesehatan publik harus ditempatkan sebagai pilar utama keberlanjutan,” tegas Sahroni.

Pesan untuk Publik

 Selain menyasar pembuat kebijakan, riset ini juga menyampaikan pesan penting bagi masyarakat. Kesadaran akan bahaya sinar UV masih rendah, padahal risikonya sangat serius.

“Banyak orang mengira masalah UV hanya soal kosmetik atau kulit menghitam. Faktanya, paparan berlebih bisa menimbulkan penyakit kronis yang membebani kesehatan nasional,” ujar Nana Rahdiana.

Dengan adanya penelitian ini, masyarakat diharapkan lebih disiplin menggunakan perlindungan UV, serta mengikuti informasi cuaca dan indeks UV yang dapat dikembangkan oleh pemerintah.

Penelitian Strategis, Publikasi Bergengsi

 Artikel ilmiah berjudul “Impact of Urban Development on UV Exposure: A Clustering and Machine Learning Assessment” ini terbit dalam Journal of Environmental Science and Sustainable Development, Volume 7, Issue 2, halaman 686–727.

Dengan diterbitkan oleh Universitas Indonesia, hasil penelitian ini tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga rujukan penting bagi kebijakan publik yang menyangkut kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di IKN maupun kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store