Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Lawan Mikroplastik! SMAN 1 Driyorejo Deklarasi Diri Sebagai Sekolah Bebas Plastik

Salinan dari Desain Tanpa Judul (30)
Siswa SMAN 1 Driyorejo saat tengah asik belajar tentang Mikroplastik (Dok: Alex).

Jurnalis:

Kabar Baru, Gresik – SMA Negeri 1 Driyorejo, Gresik, mengambil langkah berani untuk memutus rantai polusi lingkungan.

Bekerja sama dengan yayasan ECOTON, sekolah ini meluncurkan program edukasi bahaya mikroplastik sekaligus kampanye pengurangan plastik sekali pakai di lingkungan pendidikan.

Inisiatif ini muncul sebagai respons atas data memprihatinkan mengenai kesadaran lingkungan siswa.

Meski 90% siswa memahami bahaya mikroplastik, mayoritas dari mereka masih terjebak dalam sistem sekolah yang ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Kepala SMAN 1 Driyorejo, Alif Hanifah, menegaskan bahwa sekolah harus bertransformasi menjadi ekosistem yang mendukung perubahan perilaku nyata.

“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori, tetapi menjadi agen perubahan yang memahami bahwa mikroplastik adalah ancaman masa depan,” ujar Alif Hanifah kepada Jurnalis Kabarbaru di Gresik, Minggu (08/03/2026).

Teliti Mikroplastik Hingga ke Cairan Sperma

Sebelum memulai kampanye luas, sekelompok pelajar yang tergabung dalam Jawa Timur Youth Changemaker Academy (JAYCA) melakukan riset mendalam.

Mereka belajar mengidentifikasi jenis mikroplastik seperti serat dan fragmen kecil yang kasat mata namun berbahaya.

Pendampingan riset ini melibatkan Sri Astika, mahasiswa Biologi Unesa, yang memaparkan temuan mengejutkan mengenai keberadaan mikroplastik dalam cairan sperma manusia.

Fakta medis ini membuka mata para siswa bahwa sampah plastik bukan lagi sekadar kotoran di tanah, melainkan sudah masuk ke dalam jaringan tubuh manusia.

Koordinator Tim JAYCA SMAN 1 Driyorejo, Krisna Wahyu Sahaja, mengajak rekan-rekannya untuk konsisten membawa botol minum (tumbler) sendiri.

“Kita harus memberi contoh nyata dan melakukannya secara istiqomah untuk menolak plastik sekali pakai,” tegas Krisna.

Target Zero Plastic School Setelah Idul Fitri

Program ini tidak hanya berhenti pada imbauan moral. Pihak sekolah melibatkan siswa dalam produksi konten edukasi berbasis AI dan kampanye digital untuk membangun budaya wadah guna ulang.

SMAN 1 Driyorejo bahkan telah menyiapkan cetak biru kebijakan baru yang lebih ketat.

Setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang, SMAN 1 Driyorejo berencana mendeklarasikan diri sebagai Zero Plastic School atau Sekolah Bebas Plastik.

Kebijakan ini akan menghapus penggunaan kantong plastik secara total, terutama di lingkungan kantin sekolah.

“Sekolah akan beralih sepenuhnya ke wadah makan dan minum guna ulang. Gerakan ini kami harapkan menjadi contoh bahwa sekolah dapat menjadi titik awal perubahan yang diwujudkan dalam kebijakan sehari-hari,” pungkas Alif Hanifah.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store