Kriminalisasi Aktivis Bukan Kebetulan, BEM UNTAG Surabaya Sebut Demokrasi Sedang Dikebiri

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabarbaru, Surabaya – BEM Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar diskusi publik bertajuk “Kriminalisasi Aktivis: Ancaman Nyata Demokrasi?” pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi respons tegas atas meningkatnya praktik kriminalisasi terhadap aktivis yang dinilai sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber perwakilan dari KontraS, Founder Cakap Hukum, serta dosen FISIP UNTAG Surabaya. Dalam diskusi, para narasumber menyoroti bahwa kriminalisasi terhadap aktivis bukan sekadar penegakan hukum, melainkan bagian dari pola pembungkaman sistematis terhadap suara kritis masyarakat.
Dalam pemaparannya, Founder Cakap Hukum menegaskan:
“Ketika hukum digunakan untuk menekan kritik, maka hukum telah kehilangan rohnya sebagai alat keadilan. Ini bukan lagi soal pelanggaran individu, tapi kemunduran demokrasi secara struktural.”
Presiden Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Catur Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa situasi hari ini menunjukkan gejala serius dalam kehidupan demokrasi.
“Jika kritik dibalas dengan kriminalisasi, maka yang sedang kita saksikan bukan penegakan hukum, tetapi pembungkaman yang dilegalkan. Demokrasi sedang dikebiri secara perlahan.”
Mahasiswa menilai bahwa praktik kriminalisasi ini menciptakan ketakutan kolektif di ruang publik dan kampus, sekaligus mempersempit ruang partisipasi masyarakat dalam mengawal kekuasaan. Kondisi ini dinilai berbahaya karena menggerus prinsip dasar demokrasi: kebebasan berpendapat dan kontrol terhadap kekuasaan.
Pernyataan Sikap:
1. Mengecam keras praktik kriminalisasi terhadap aktivis sebagai bentuk pembungkaman demokrasi
2. Menuntut penghentian segala bentuk proses hukum yang bermuatan politis dan represif
3. Mendesak aparat penegak hukum untuk tidak menjadi alat kekuasaan yang membungkam kritik
4. Menyerukan solidaritas luas masyarakat sipil untuk melawan segala bentuk represi terhadap kebebasan berpendapat
Diskusi ini menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam. Gerakan ini akan terus berlanjut dalam bentuk konsolidasi dan aksi nyata sebagai bentuk perlawanan terhadap segala upaya pelemahan demokrasi.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

