KPK Bongkar Catatan Rahasia Tersangka Orlando, Nama Haji Her Muncul

Jurnalis: Nurisul Anwar
Kabar Baru, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru di balik pemeriksaan pengusaha tersohor asal Pamekasan, Khairul Umam alias Haji Her.
Pemanggilan tokoh pertembakauan ini berawal dari temuan dokumen rahasia saat penyidik menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Dokumen tersebut diduga memuat catatan khusus mengenai keterlibatan sejumlah pengusaha dalam pengurusan cukai rokok.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa dokumen tersebut merupakan arsip buatan tersangka Orlando, Kepala Seksi Intelijen DJBC.
Hasil analisis mendalam terhadap catatan tersebut memunculkan nama Haji Her beserta deretan pengusaha rokok besar lainnya.
“Penyidik menemukan beberapa nama pengusaha rokok dalam dokumen milik Saudara Orlando. Kami perlu melakukan klarifikasi berdasarkan poin-poin catatan tersebut,” ujar Taufik di Gedung KPK.
Analisis Dokumen Jadi Kunci Penyidikan
KPK saat ini fokus memetakan peran setiap nama tertulis dalam dokumen sitaan tersebut. Temuan ini menjadi bukti krusial untuk menelusuri dugaan praktik lancung di balik tirai birokrasi cukai rokok.
Penyidik menegaskan bahwa pemanggilan Haji Her memiliki dasar hukum kuat serta bukti permulaan cukup, bukan sekadar tindakan tanpa landasan.
Lembaga antirasuah memastikan proses identifikasi dokumen terus berjalan secara transparan guna mengusut tuntas aliran dana maupun komitmen ilegal antara pejabat Bea Cukai dan pengusaha.
“Setiap temuan dokumen terkait perkara ini pasti kami tindaklanjuti. Kami memegang asas praduga tidak bersalah, namun pemanggilan ini memastikan semua data terverifikasi,” imbuh Taufik.
Jejak Tersangka dan Manipulasi Cukai
Catatan milik Orlando diduga berkaitan erat dengan skandal suap importasi serta pengaturan parameter jalur pengawasan barang.
Selain Haji Her, dokumen tersebut juga menyeret nama Liem Eng Hwie, H Rakhmawan, Benny Tan, dan Martinus Suparman.
Hingga kini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka dari internal Bea Cukai maupun pihak swasta, termasuk mantan Direktur P2 DJBC, Rizal.
Penyidik menduga adanya kerja sama sistematis untuk melonggarkan pengawasan jalur masuk barang serta pengurusan dokumen cukai demi keuntungan pihak tertentu.
Temuan dokumen di kantor pusat Bea Cukai ini menjadi alarm keras bagi industri rokok nasional.
KPK berkomitmen membongkar seluruh jaringan tertulis dalam catatan Orlando tersebut demi membersihkan institusi negara dari praktik mafia cukai.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

