Kerja Senyap PSSI Dalam Mengubah Generasi Muda Sepak Bola Indonesia

Jurnalis: Muhammad Imtiyaz
Kabar Baru, Jakarta – Manajer Timnas U17, Zaki Achmad Iskandar, akhirnya membuka cerita lengkap di balik lahirnya sejarah baru sepak bola Indonesia, kemenangan pertama di panggung Piala Dunia U17 2025 di Qatar.
Menurut Zaki, keberhasilan skuad muda asuhan Coach Nova Arianto itu bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang, terukur, dan disiplin selama hampir dua tahun pembentukan tim di bawah arahan langsung Ketum PSSI, Erick Thohir.
Zaki menjelaskan, pondasi kejayaan ini dimulai sejak awal 2024, ketika para pemain masih berstatus U16.
“Di kelompok umur ini mereka masih seperti kertas kosong yang bisa dibentuk. Kami bangun mereka dengan TC jangka panjang, program berjenjang, dan disiplin ketat,” ujar Zaki kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Kamis (04/12/2025).
Perjalanan itu melewati fase Piala AFF di Solo, kemudian menembus Piala Asia, sebelum akhirnya mencapai target terbesar, lolos ke Piala Dunia U17 dan menang untuk pertama kalinya dalam sejarah, saat melawan Honduras.
“Satu siklus target tuntas. Ini buah dari kerja keras dua tahun,” kata Zaki.
Namun pembentukan skuad ini bukan hanya soal taktik dan fisik. Zaki mengungkapkan tim U17 PSSI di era Erick Thohir merupakan tim dengan sumber daya paling lengkap yang pernah ia tangani.
Mulai dari pelatih, tenaga medis, fisioterapis, ahli gizi, hingga dua psikolog khusus yang mendampingi para pemain di setiap TC.
“Anak-anak usia 16–17 ini tantangannya besar. Mereka baru puber, emosinya naik turun, tekanan media sosial luar biasa. Karena itu mental adalah fondasi. Kami perkuat betul dari sisi psikologi,” jelasnya.
Bahkan urusan nutrisi, pola makan, hingga pembangunan massa otot pun diawasi ketat, mengingat fase pertumbuhan pemain berlangsung hingga usia 20 tahun.
Zaki juga menyebut peran psikolog sangat penting, terutama ketika para pemain menghadapi homesick, tekanan publik, atau masalah pribadi selama TC panjang.
“Biasanya mereka curhat ke psikolog atau head coach dulu. Kalau ada hal yang harus ditangani cepat, psikolog menyampaikan kepada saya,” ujarnya.
Evaluasi dari kekalahan di Piala Asia—termasuk saat tumbang 0-6 dari Korea Utara—justru menjadi bahan pembelajaran yang membuat mental tim jauh lebih matang di Qatar.
Terbukti, saat menghadapi Zambia, Indonesia bahkan hampir mencetak kemenangan beruntun sebelum akhirnya mengguncang dunia lewat sejarah manis kontra Honduras.
Dengan struktur matang, pembinaan menyeluruh, dan dukungan penuh federasi, Timnas U17 kini menjadi bukti bahwa, prestasi internasional bukan lagi mimpi —tetapi hasil kerja sistematis.
“Alhamdulillah, semua target tercapai. Dan kemenangan di Piala Dunia ini adalah pintu awal untuk generasi emas berikutnya,” tutup Zaki.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

