Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Jejak Taufiq Aljufri: Sosok Utama di Balik Gagal Bayar Rp1,2 Triliun Dana Syariah Indonesia

Direktur Utama PT Dana Syariah Indonesia (DSI) Taufiq Aljufri. (Foto: Dok. Dana Syariah)
Direktur Utama PT Dana Syariah Indonesia (DSI) Taufiq Aljufri. (Foto: Dok. Dana Syariah).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Sorotan publik tertuju pada Taufiq Aljufri, pendiri sekaligus Direktur Utama PT Dana Syariah Indonesia (DSI), menyusul mencuatnya kasus gagal bayar dana lender di perusahaan fintech peer-to-peer financing berbasis syariah tersebut. Nilai dana yang tertahan di laporkan mencapai sekitar Rp1,2 triliun dan berdampak pada kurang lebih 4.200 lender.

Permasalahan ini mencuat setelah para investor mengeluhkan terhentinya pembayaran imbal hasil sejak 6 Oktober 2025. Sejumlah lender kemudian menyampaikan laporan dan tuntutan pertanggungjawaban kepada manajemen DSI.

Kasus Dana Syariah Indonesia turut menarik perhatian publik setelah aktor Dude Harlino. Sebelumnya di kenal sebagai Brand Ambassador DSI terlihat mendampingi para lender dalam menyuarakan tuntutan kepada pihak perusahaan. Kehadiran figur publik tersebut memperluas sorotan terhadap dugaan kegagalan tata kelola di tubuh DSI.

Rekam Jejak Taufiq Aljufri di Dunia Properti dan Keuangan

Berdasarkan informasi yang tercantum di laman resmi danasyariah.id, Taufiq Aljufri memiliki pengalaman panjang di sektor properti dan keuangan. Sebelum mendirikan DSI pada 2018, ia di kenal sebagai pengembang perumahan dengan portofolio pembangunan lebih dari 15 klaster dalam kurun waktu sekitar satu dekade.

Selain berkecimpung di dunia usaha, Taufiq juga tercatat aktif sebagai pengajar di sekolah bisnis di Jakarta serta terlibat dalam komunitas pengembang properti berbasis syariah. Latar belakang ini di nilai menjadi faktor yang membangun kepercayaan ribuan investor untuk menyalurkan dana melalui platform DSI.

Selain Taufiq Aljufri, DSI turut di dirikan dan di kelola oleh sejumlah figur dengan latar belakang keuangan dan teknologi, antara lain:

  • Arie Rizal Lesmana (Founder & Komisaris), berpengalaman dalam strategi teknologi informasi di sejumlah lembaga keuangan.

  • Fithri Hadi (Founder & Penasihat), mantan eksekutif tingkat C di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta sektor perbankan dan sekuritas.

  • Janoearto Alamsyah (Direktur), pernah berkiprah di institusi keuangan global seperti Bloomberg L.P. dan Manulife.

  • Mery Yuniarni (Founder & Penasihat), memiliki pengalaman panjang di industri perbankan dan properti.

OJK Jatuhkan Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) kepada PT Dana Syariah Indonesia. Melalui surat resmi bernomor SR-2/PL.1/2025 tertanggal 15 Oktober 2025.

Melalui sanksi tersebut, OJK melarang DSI menghimpun dana baru dari lender, menyalurkan pembiayaan baru kepada borrower, mengalihkan aset tanpa izin regulator, serta melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris tanpa persetujuan OJK.

Dalam klarifikasinya, Taufiq Aljufri mengakui adanya keterlambatan pencairan dana kepada lender. Ia menyebut melemahnya sektor properti dan kondisi ekonomi nasional sebagai faktor utama yang menyebabkan sejumlah peminjam gagal memenuhi kewajiban pembayaran tepat waktu.

“Kami tidak tinggal diam. Manajemen terus melakukan penagihan secara intensif, termasuk menempuh langkah likuidasi agunan milik peminjam,” ujar Taufiq dalam pernyataan resminya.

Jurnalisme Hijau

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store