Janji 350 Rumah Nelayan Malawei, Imelda Rumfabe Bertemu Jokowi di Solo

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, – Perjuangan panjang pembangunan Perumahan Nelayan Malawei, Kota Sorong, kembali menemukan titik terang. Pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 10.00 WIT, Kepala Seksi SDM Koperasi, UKM dan Kewirausahaan Imelda Irene Merlin Rumfabe, SE, MM, bertemu langsung dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.
Pertemuan tersebut membahas kelanjutan janji Presiden Jokowi terkait pembangunan 350 unit rumah nelayan Malawei yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.
Imelda menjelaskan, keterlibatannya dalam pengurusan perumahan nelayan Malawei dimulai sejak 2019, bersama Yohana, Ketua RW setempat saat itu. Warga nelayan menyerahkan dokumen kepadanya untuk membantu memperjuangkan realisasi janji Presiden Jokowi.
“Saat pertama kali turun langsung ke pemukiman nelayan Malawei, saya sangat miris. Di tengah Kota Sorong masih ada pemukiman yang kumuh. Sebagai orang asli Papua, hati saya tergerak membantu,” ujar Imelda.
Saat itu, Wali Kota Sorong dijabat Lambert Jitmau. Imelda kemudian menyiapkan surat rekomendasi sebagai syarat utama pengusulan program APBN. Pada 1 Mei 2019, surat tersebut ditandatangani Wali Kota Sorong di kediamannya di Jupiter, sebelum Imelda bertolak ke Jakarta pada 2 Mei 2019.
Di Jakarta, Imelda bertemu Ali Mochtar Ngabalin, Staf Ahli Presiden di Kantor Staf Presiden (KSP), dan menyerahkan dokumen lengkap termasuk data kunjungan Presiden Jokowi ke Sorong.
Hasilnya, pada November 2019, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan Khusus melakukan survei lokasi di Malawei. Proses persiapan lokasi berjalan pada Januari berikutnya.
Namun, pandemi Covid-19 membuat realisasi pembangunan hanya mencapai 40 unit rumah dari total 350 unit yang dijanjikan. Pembangunan 40 unit tersebut rampung pada 2021, sementara sisa 310 unit terkendala persoalan AMDAL.
“Biaya AMDAL saat itu dibebankan kepada masyarakat sebesar Rp800 juta. Ini sangat berat bagi nelayan yang untuk hidup sehari-hari saja sudah kesulitan,” kata Imelda.
Masalah tersebut kembali disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi saat kunjungan ke Kota Sorong pada 25 November 2023. Presiden Jokowi mengaku terkejut karena mengira perumahan nelayan Malawei telah selesai dibangun. Saat itu, Presiden Jokowi menyanggupi bahwa biaya AMDAL menjadi tanggung jawab beliau.
Dua pekan setelah kunjungan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup turun ke Sorong dan proses AMDAL diselesaikan kurang dari dua bulan.
Pada Oktober 2024, tim Kementerian PUPR, Balai Perumahan, serta tim perencanaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melakukan peninjauan lokasi. Seluruh persiapan dinyatakan lengkap dan memasuki tahapan lelang pada 2025.
Namun, kebijakan efisiensi anggaran kembali membuat pembangunan perumahan nelayan Malawei tertunda.
Karena itu, Imelda kembali berinisiatif menemui Presiden Jokowi di Solo. Koordinasi dilakukan sejak Maret 2025 melalui ajudan Presiden, Syarif, hingga akhirnya pertemuan terlaksana pada 23 Januari 2026.
“Beliau sangat merespons dan berharap pembangunan perumahan nelayan Malawei bisa segera diselesaikan tahun 2026 ini. Ini adalah utang janji yang harus dituntaskan,” ujarnya.
Imelda berharap, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah segera menuntaskan pembangunan, mengingat lahan telah dihibahkan masyarakat kepada Pemkot Sorong dan sebagian rumah warga telah dibongkar.
“Pemerintah hadir untuk menolong masyarakat, bukan menambah beban. Prinsip saya, kita diberkati untuk menjadi berkat. Bukan hanya soal materi, tetapi jaringan dan komunikasi yang bisa menolong masyarakat,” tutupnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

