Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Hari Tani 2026, Faisal Mohie Desak Perlindungan Petani Hadapi Kemarau

20260925_124801
Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie.

Jurnalis:

Kabar baru, Gorontalo– Ancaman kemarau panjang yang membayangi sektor pertanian di Kabupaten Bone Bolango menjadi perhatian Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie, pada peringatan Hari Tani Nasional 2026.

Ia mengingatkan bahwa momentum Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September harus lebih dari sekadar seremoni. Pemerintah diminta menghadirkan kebijakan konkret untuk menjamin keberlangsungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Faisal, dampak kemarau berkepanjangan tidak hanya berisiko menurunkan hasil pertanian, tetapi juga mengancam sumber pendapatan dan kehidupan keluarga petani.

“Hari Tani Nasional harus menjadi momentum yang sakral bagi pemerintah untuk benar-benar memikirkan keberlangsungan hidup dan kesejahteraan petani, apalagi saat ini mereka menghadapi kemarau panjang,” ujar Faisal.

Ia menilai, situasi tersebut membutuhkan respons nyata dari pemerintah, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar sektor pertanian tetap terpenuhi.

Ketersediaan air untuk lahan pertanian, akses terhadap sarana produksi, pendampingan bagi petani, hingga perlindungan pendapatan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar petani mampu menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.

Faisal, yang juga menjabat Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bone Bolango, menegaskan bahwa peringatan Hari Tani Nasional harus menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali perjuangan dan cita-cita reforma agraria di Indonesia.

Peringatan setiap 24 September tersebut berkaitan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Regulasi ini menjadi tonggak penting dalam penataan agraria nasional sekaligus meletakkan dasar pemanfaatan sumber daya agraria bagi kemakmuran rakyat.

Baginya, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan yang mampu menjawab persoalan mendasar petani, termasuk akses terhadap lahan, kepastian penguasaan tanah, dan perlindungan atas sumber penghidupan mereka.

“Jangan sampai Hari Tani hanya diperingati setiap tahun, tetapi persoalan mendasar petani terus berulang. Semangatnya harus diwujudkan dalam kebijakan yang nyata dan menyentuh kehidupan petani,” tegasnya.

Faisal juga menggarisbawahi tiga hal yang perlu menjadi perhatian dalam peringatan Hari Tani Nasional.

Pertama, pentingnya menempatkan petani sebagai bagian utama dalam menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, ketika petani menghadapi kesulitan, dampaknya dapat meluas hingga memengaruhi ketersediaan pangan dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, pemerintah perlu memperkuat pelaksanaan reforma agraria. Persoalan ketimpangan penguasaan tanah, redistribusi lahan bagi masyarakat, serta penyelesaian konflik agraria harus terus menjadi perhatian dalam pembangunan sektor pertanian.

Ketiga, pemerintah perlu memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yakni untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam kondisi Bone Bolango yang tengah menghadapi kemarau panjang, Faisal menilai ketiga aspek tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan keberlangsungan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari hasil bumi.

Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pencapaian angka produksi pertanian, tetapi juga memperhatikan kondisi petani sebagai pelaku utama di sektor tersebut.

Menurut Faisal, keberhasilan pembangunan pertanian harus dilihat dari kemampuan petani mempertahankan usaha mereka, memperoleh penghasilan yang layak, serta mendapatkan dukungan ketika menghadapi ancaman gagal panen.

Karena itu, ia mendorong agar momentum Hari Tani Nasional dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat program perlindungan dan pemberdayaan petani sesuai kebutuhan di lapangan.

“Petani harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek program pemerintah. Hari Tani harus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pangan daerah sangat bergantung pada keberlangsungan hidup petaninya,” tandas Faisal.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store