Gelombang Dukungan untuk Gus Gudfan Menguat, Dinilai Layak Pimpin PBNU

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Jakarta – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), dinamika menuju pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat. Di tengah munculnya sejumlah nama yang diperbincangkan, sosok Gus Gudfan Arif Ghofur terus mendapat dorongan dari berbagai elemen Nahdliyin untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Dukungan terhadap Gus Gudfan disebut datang dari ulama, pengurus wilayah (PWNU), pengurus cabang (PCNU), badan otonom (Banom) NU, hingga kalangan santri dan generasi muda Nahdliyin di berbagai daerah. Para pendukung menilai Gus Gudfan memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi serta dinilai mampu menjadi figur pemersatu di tengah beragam dinamika internal NU.
Berbeda dengan dinamika politik organisasi yang umumnya diwarnai deklarasi terbuka dan manuver politik, dukungan terhadap Gus Gudfan disebut berkembang secara organik melalui komunikasi antarpengurus dan jaringan pesantren.
Sejumlah tokoh NU yang mengenal kiprahnya menilai Gus Gudfan merupakan sosok yang lebih banyak bekerja di balik layar dibanding membangun popularitas di ruang publik. Selama berkiprah di lingkungan NU, ia dipercaya mengemban sejumlah amanah strategis, di antaranya sebagai Bendahara PP Pagar Nusa, Bendahara RMI PWNU Jawa Timur, serta penasihat GP Ansor.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam memahami tata kelola organisasi sekaligus memperkuat fondasi kemandirian NU, khususnya dalam bidang pengelolaan organisasi dan pemberdayaan umat.
Salah seorang pengurus PBNU yang pernah bekerja bersama Gus Gudfan menilai sosoknya dikenal disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi.
“Beliau selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Setiap amanah yang diberikan dikerjakan secara profesional dan mengedepankan kepentingan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, mengatakan dukungan terhadap Gus Gudfan lahir dari penilaian atas rekam jejak pengabdiannya, bukan karena mobilisasi politik.
“Beliau tidak pernah meminta untuk didorong maju. Justru kami yang melihat langsung dedikasi dan konsistensinya dalam mengabdi kepada organisasi. Karena itu, kami merasa perlu memberikan dukungan,” kata Achmad.
Menurutnya, NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi sekaligus memperkuat peran pesantren, ekonomi umat, pendidikan, dan pemberdayaan generasi muda di tengah tantangan zaman.
Para pendukung menilai kepemimpinan PBNU ke depan diharapkan mampu memperkokoh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta menghadirkan program yang berdampak nyata bagi warga Nahdliyin.
Selain itu, mereka berharap Muktamar PBNU menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat ukhuwah nahdliyah dan memperluas kontribusi NU dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, serta kebangsaan.
Dukungan terhadap Gus Gudfan juga disebut mengalir dari berbagai badan otonom NU, seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, hingga Pagar Nusa. Para pendukung berharap proses pemilihan Ketua Umum PBNU berlangsung secara demokratis, mengedepankan musyawarah, serta menjaga persatuan organisasi.
Hingga berita ini ditulis, Gus Gudfan Arif Ghofur belum menyampaikan pernyataan resmi terkait dorongan sejumlah pihak agar dirinya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Sementara itu, tahapan menuju Muktamar PBNU masih berlangsung sesuai mekanisme organisasi.
Para pendukung menegaskan bahwa dorongan yang diberikan merupakan bentuk harapan agar NU ke depan dipimpin oleh figur yang memiliki rekam jejak pengabdian, pengalaman organisasi, serta komitmen dalam merawat persatuan dan memperkuat pelayanan kepada umat. (Red)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
