Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Gandrung Mulasara TdBA, Wajah Pendidikan Ekologis Purwakarta

IMG_20251229_161151
Kabid Dikdas Disdik Purwakarta Dede Supendi membuka kegiatan Gandrung Mulasara Tatanen di Bale Atikan (TdBA) Tahun 2025 di Mandala Karsa SKB Purwakarta.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta kembali menggelar kegiatan tahunan Gandrung Mulasara Tatanen di Bale Atikan (TdBA) Tahun 2025 sebagai puncak apresiasi hasil pembelajaran kurikulum muatan lokal. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 29–30 Desember 2025, di Mandala Karsa Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Jalan Purnawarman, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta.

Mengusung tema “Manusa Linuhung Mulasara Jeung Guguru ka Alam Ciptaan”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus evaluasi pembelajaran berbasis karakter, kearifan lokal, dan kepedulian lingkungan yang diterapkan di seluruh satuan pendidikan dasar di Kabupaten Purwakarta.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Purwakarta, Dede Supendi, mengatakan Gandrung Mulasara merupakan ajang panen raya hasil pembelajaran Tatanen di Bale Atikan, kurikulum muatan lokal khas Purwakarta yang menekankan pendidikan ekologis berbasis produk.

“Ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus evaluasi pembelajaran TdBA. Selama satu tahun peserta didik belajar melalui pendekatan berbasis proyek dan produk, dan hari ini kita panen hasilnya,” ujar Dede Supendi, Senin (29/12).

Pada hari pertama, kegiatan diisi Seminar Gastronomi Sunda yang mengangkat khazanah dan filosofi kuliner Jawa Barat dengan menghadirkan akademisi dan praktisi. Selain itu, digelar berbagai workshop edukatif, seperti merangkai bunga, ecoprint, pembuatan minuman fermentasi, serta Dances of Universal Peace.

Sementara pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada puncak Festival Gandrung Mulasara, workshop extended vocal activation, perayaan panen karya di Aula Mandalawangi, serta fun games for learning di area galeri.

Dede menjelaskan, seluruh produk yang dipamerkan, baik makanan, minuman, maupun non pangan, merupakan hasil karya peserta didik yang dibimbing guru sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Anak-anak belajar mulai dari menanam, mengolah, hingga mempresentasikan hasilnya sebagai output pembelajaran kurikulum muatan lokal,” jelasnya.

Menurutnya, TdBA tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan kesadaran ekologis.

“Peserta didik dilatih kerja sama, keuletan, dan tanggung jawab, sekaligus ditumbuhkan kecintaannya terhadap lingkungan sejak dini,” ungkap Dede.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan sekolah, termasuk lahan sempit atau termajinalkan, menjadi bagian penting dalam pembelajaran TdBA. Hal ini berdampak pada meningkatnya kepedulian peserta didik terhadap lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.

Dalam festival tingkat kabupaten ini, hanya 17 stan yang ditampilkan, masing-masing mewakili 17 kecamatan. Karya-karya tersebut telah melalui proses kurasi dan penilaian di tingkat kecamatan, mengingat jumlah sekolah di Purwakarta yang mencapai ratusan.

“Yang tampil di tingkat kabupaten merupakan karya terbaik hasil seleksi berjenjang di kecamatan,” pungkasnya.

Melalui Gandrung Mulasara TdBA 2025, Disdik Purwakarta menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran ekologis generasi masa depan. (*)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store