Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

DPPKB Purwakarta Gagas SILIKON, Libatkan Lintas Tokoh Perkuat Program KB

IMG_20260921_164107
Melalui SILIKON, berbagai elemen masyarakat diajak memperkuat edukasi perencanaan keluarga menuju keluarga Purwakarta yang sehat, mandiri, berkualitas, dan sejahtera.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta menggagas Sinergitas Lintas Tokoh Bangga Kencana (SILIKON) sebagai langkah memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.

Gagasan tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi SILIKON yang berlangsung di Aula DPPKB Kabupaten Purwakarta, Jalan Purnawarman, Kelurahan Sindangkasih, Senin (21/9/2026).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, dan dihadiri sejumlah perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Baperida, Diskominfo, Kantor Kementerian Agama, pimpinan perguruan tinggi dan rumah sakit, tokoh agama, perwakilan pengurus gereja, Karang Taruna, para camat, tokoh pemuda, tokoh budaya serta unsur masyarakat lainnya.

Kepala DPPKB Kabupaten Purwakarta, Aan, mengatakan SILIKON merupakan terobosan untuk merangkul berbagai tokoh dan unsur masyarakat agar turut berperan dalam menyampaikan edukasi mengenai program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

“SILIKON adalah Sinergitas Lintas Tokoh dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Kami ingin merangkul seluruh kekuatan yang ada di Purwakarta, baik akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya maupun seluruh stakeholder,” kata Aan.

Menurut Aan, pembangunan keluarga tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan tokoh masyarakat dinilai penting karena mereka memiliki ruang interaksi yang dekat dengan masyarakat dan dapat membantu menyampaikan informasi mengenai perencanaan keluarga secara lebih luas.

Salah satu sasaran yang ingin dicapai melalui SILIKON, lanjut Aan, adalah mendorong terbentuknya keluarga berkualitas. Hal itu mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengasuhan hingga kemampuan ekonomi keluarga.

“Tujuannya bagaimana kita bersama-sama memberikan edukasi, memberikan kesadaran dan mengajak masyarakat untuk ikut ber-KB. Salah satu tujuan pembangunan keluarga adalah menuju keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Aan menegaskan, program keluarga berencana bukan dimaksudkan untuk melarang masyarakat memiliki anak. Edukasi KB diarahkan agar pasangan dapat merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran sesuai kondisi keluarga, sehingga kebutuhan anak, termasuk pengasuhan, pendidikan dan gizi, dapat dipenuhi secara optimal.

“Bukan kita melarang mereka punya anak. Tetapi bagaimana mereka mengatur dan merencanakan agar anak yang dilahirkan benar-benar terurus,” katanya.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai KB perlu disampaikan secara menyeluruh. Program tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan menunda atau menjarangkan kelahiran, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak serta perencanaan masa depan keluarga.

Kesiapan pasangan sebelum menikah dan memiliki anak juga menjadi perhatian. Menurut Aan, kesiapan fisik serta kesehatan reproduksi merupakan bagian penting yang perlu dipahami calon pasangan sebagai bekal dalam membangun keluarga.

Karena itu, edukasi mengenai perencanaan keluarga dinilai perlu diperluas dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh pemuda, tokoh budaya dan unsur lainnya yang memiliki pengaruh serta ruang komunikasi di tengah masyarakat.

Aan mengungkapkan, gagasan SILIKON juga lahir dari pengalamannya ketika menjalankan tugas kewilayahan selama enam tahun. Ia melihat terdapat banyak ruang interaksi dengan masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan program pemerintah.

“Selama enam tahun banyak ruang bagi saya sebagai camat untuk bersosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial dan pertemuan. Tetapi saya belum pernah menyampaikan kaitannya dengan KB. Dari situ saya berpikir, inilah tokoh-tokoh yang harus kita rangkul dan ajak sebagai kekuatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan mengatakan penguatan kembali program keluarga berencana membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Menurutnya, penyampaian pesan mengenai KB kepada masyarakat perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.

“Sekarang gaung keluarga berencana agak menurun, tidak seperti zaman dulu. Karena itu, lintas sektor harus berperan dalam program keluarga berencana,” kata Sri Jaya.

Ia mengatakan, SILIKON dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dunia kesehatan, lembaga pendidikan dan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan keluarga.

“Kita melibatkan beberapa tokoh agama, dunia kesehatan dan unsur lainnya untuk bersama-sama menekan angka kelahiran serta pertambahan penduduk akibat kelahiran,” ujarnya.

Sri Jaya menambahkan, pembangunan keluarga juga perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Edukasi mengenai perkawinan, kesiapan membangun keluarga serta kesehatan reproduksi menjadi bagian yang perlu terus diperkuat di tengah masyarakat.

Dalam hal tersebut, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai penting karena memiliki kedekatan dan ruang komunikasi langsung dengan masyarakat. Melalui pendekatan lintas tokoh, pesan mengenai perencanaan keluarga diharapkan dapat diterima secara lebih luas.

Melalui SILIKON, DPPKB Kabupaten Purwakarta mendorong terbentuknya jejaring kolaborasi lintas tokoh untuk memperluas edukasi Bangga Kencana sekaligus memperkuat pembangunan keluarga di tingkat masyarakat.

Komitmen tersebut dirangkum dalam pesan bersama:

“Bersama Tokoh, Bersama Keluarga.”

Pesan tersebut menjadi semangat untuk memperkuat sinergitas lintas tokoh dalam mewujudkan keluarga Purwakarta yang sehat, mandiri, berkualitas dan sejahtera, sekaligus mendukung terwujudnya Purwakarta Istimewa. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store