Dinas Pertanian Bone Bolango Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Kekeringan

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo— Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango terus mendorong penguatan ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian dan kehidupan petani.
Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Talkshow Refleksi Hari Tani Nasional 2026 yang mengangkat tema “Antara Ancaman Kekeringan, Nasib Petani, Produksi Pangan, dan Ketahanan Pangan Gorontalo.”
Talkshow tersebut menghadirkan Misbar Bulotio, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Mohamad Harun, S.St., selaku Koordinator BPP Bulango Timur, serta Wawan Pembengo, S.P., M.Si.
Dalam forum tersebut, ancaman kekeringan menjadi persoalan yang perlu diantisipasi karena ketersediaan air memiliki peran penting terhadap keberlangsungan produksi pertanian.
Kondisi kekeringan dapat berdampak pada pertumbuhan tanaman, produktivitas lahan hingga hasil panen. Dampak tersebut pada akhirnya juga dapat berpengaruh terhadap pendapatan dan keberlangsungan usaha petani.
Karena itu, penguatan ketahanan pangan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana sektor pertanian mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Perkuat Pendampingan Petani
Dinas Pertanian Bone Bolango menempatkan peran penyuluh sebagai salah satu bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian di tingkat lapangan.
Koordinator BPP Bulango Timur, Mohamad Harun, S.St., memberikan gambaran mengenai kondisi petani serta tantangan yang dihadapi dalam kegiatan produksi.
Pendampingan diperlukan agar petani dapat memperoleh informasi dan menerapkan strategi budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan, termasuk dalam menghadapi keterbatasan air.
Sementara itu, Wawan Pembengo, S.P., M.Si., turut memberikan pandangan mengenai pentingnya membangun sistem pertanian yang mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan dan dinamika produksi pangan.
Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Produksi
Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Misbar Bulotio, S.Pi., M.Si., menekankan perspektif ketahanan pangan yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan.
Ketahanan pangan juga mencakup kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi dan berkelanjutan.
Dengan demikian, keberadaan petani menjadi bagian penting dalam menjaga sistem pangan daerah. Ketika produksi pertanian menghadapi tekanan, diperlukan langkah bersama untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Hari Tani Jadi Momentum Evaluasi
Peringatan Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian Bone Bolango.
Ancaman kekeringan menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air, peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi serta pendampingan yang berkelanjutan.
Penguatan ketahanan pangan juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui refleksi tersebut, Dinas Pertanian Bone Bolango mendorong agar ketahanan pangan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi kerja bersama yang berorientasi pada keberlanjutan produksi dan keberdayaan petani.
Di tengah ancaman kekeringan, menjaga ketahanan pangan berarti menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan petani tetap mampu menjadi bagian utama dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bone Bolango.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
