Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Demi Bela Harvey Moeis, Marcella Santoso Bayar Buzzer Rp597 Juta per Bulan

Desain tanpa judul - 2026-01-22T205826.250
Pengacara Marcella Santoso saat diborgol oleh petugas Kejagung di Jakarta (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan kasus suap pengurusan vonis perkara minyak mentah (CPO) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (21/01/2026).

Pengacara Marcella Santoso mengakui telah menggelontorkan dana sebesar Rp597,5 juta per bulan untuk menyewa jasa buzzer.

Marcella memberikan keterangan tersebut saat menjadi saksi untuk terdakwa Junaedi Saibih, Tian Bahtiar, dan Adhiya Muzakki.

Adhiya sendiri merupakan sosok yang jaksa sebut sebagai bos buzzer atau penyedia jasa penggerak opini di media sosial.

Strategi Menepis Opini Negatif

Marcella menjelaskan bahwa langkah menyewa pendengung ini bertujuan untuk membela kliennya, Harvey Moeis, dalam kasus korupsi tata kelola timah.

Menurutnya, Harvey merasa sangat tertekan akibat serangan komentar negatif yang masif di platform Instagram, TikTok, dan X (Twitter).

Ia meyakini ribuan komentar miring tersebut bukan murni aspirasi masyarakat, melainkan hasil kerja mesin atau robot.

“Kalau ada postingan negatif lalu komentarnya mencapai 10.000, itu berarti tidak semuanya orang. Ada juga komputer dan buzzer,” ujar Marcella saat mengonfirmasi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya.

Media dan Konsultan Berbayar

Selain jasa buzzer, persidangan juga mengungkap keterlibatan Tian Bahtiar, mantan Direktur Pemberitaan sebuah stasiun televisi swasta.

Tian diduga berperan sebagai konsultan media berbayar yang memastikan fakta-fakta persidangan yang menguntungkan terdakwa tayang di media daring.

Marcella mengungkapkan bahwa pihaknya membayar Tian dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga Rp1,5 juta untuk setiap tautan berita yang terbit.

Kerja sama ini bertujuan untuk menyeimbangkan narasi publik selama proses hukum berjalan.

Video Permintaan Maaf

Suasana sidang sempat menegang ketika jaksa memutar video permintaan maaf Marcella yang sempat viral.

Meski mengakui sosok dalam video itu adalah dirinya, Marcella menegaskan bahwa ia membuat rekaman tersebut di bawah tekanan psikologis saat proses penyidikan.

Ia mengklaim penyidik memberikan tawaran tersebut agar ia bisa bertemu suaminya menjelang Idul Adha.

Marcella juga mengklarifikasi bahwa permintaan maafnya hanya terkait penyebaran isu viral mengenai pejabat Kejaksaan Agung, bukan sebagai dalang di balik isu hoaks Indonesia Gelap atau RUU TNI.

Marcella melayangkan protes keras karena video yang semula untuk laporan internal justru bocor ke media massa.

Ia merasa keberatan karena publik mengaitkan dirinya dengan pendanaan aksi demonstrasi melalui barang bukti uang yang disita petugas.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store