BULOG KC Karawang: 1.928 Hektar Terendam, Gabah Tetap Diserap

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Karawang – Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kabupaten Karawang berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sedikitnya 1.928 hektare lahan sawah dilaporkan terendam banjir, mengancam kualitas hasil panen dan berpotensi menekan harga gabah di tingkat petani.
Di tengah situasi tersebut, Perum BULOG Kantor Cabang Karawang mengambil langkah cepat dengan tetap melakukan penyerapan gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, tanpa membedakan kualitas gabah. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi petani yang khawatir mengalami kerugian akibat banjir.
Pemimpin BULOG KC Karawang, Umar Said, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi petani dari tekanan ekonomi akibat bencana alam.
“BULOG tetap menyerap gabah petani sesuai HPP Rp6.500 per kilogram. Kami turun langsung ke lapangan dan melakukan penjemputan gabah yang sudah dirontokkan, bersih dari jerami, serta telah memasuki masa panen,” ujar Umar Said. Jum’at (23/1)).
Untuk memastikan program penyerapan berjalan optimal, BULOG KC Karawang menggandeng Dinas Pertanian, UPTD, penyuluh pertanian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sinergi lintas sektor ini bertujuan agar informasi penyerapan gabah tersampaikan langsung kepada petani, khususnya di wilayah terdampak banjir.
“Petani dapat menghubungi langsung BULOG, penyuluh, atau Babinsa setempat. Kami juga membuka layanan call center di nomor 0851-7828-6688 agar petani lebih mudah melaporkan panen untuk dilakukan penjemputan,” jelasnya.
Sejak awal Januari hingga Rabu (21/1/2026), BULOG KC Karawang telah mencatat serapan gabah mencapai sekitar 1.000 ton. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring intensitas tim Serap Gabah (Sergab) yang rutin turun langsung ke desa-desa, termasuk melakukan penjemputan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani.
Apresiasi pun datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Kalisungjaya, Kecamatan Cibuaya, Warsan, menyampaikan rasa terima kasih atas peran aktif BULOG di tengah kondisi sulit yang dihadapi petani pascabanjir.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. BULOG selalu hadir dan menyerap gabah petani meskipun kondisi pascabanjir sangat memprihatinkan. Ini bukti kepedulian nyata yang sangat membantu mengangkat harga gabah petani kami,” ungkap Warsan.
Selain menjaga harga gabah, BULOG juga memastikan ketersediaan pangan tetap aman. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di setiap kabupaten/kota berada di kisaran 100 ton, sementara cadangan milik Pemerintah Daerah Karawang mencapai sekitar 130 ton. Adapun total stok beras yang dikuasai BULOG Karawang mencapai sekitar 130 ribu ton, dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah cuaca ekstrem.
Di tengah tantangan banjir yang menguji ketahanan petani, langkah BULOG menjadi penopang penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. ***
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

