Buku Green Politics Tawarkan Arah Baru Politik Lingkungan di Indonesia

Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar baru, Jakarta — Wacana politik lingkungan hidup di Indonesia memperoleh penguatan melalui peluncuran buku Green Politics: Konsep, Teori, dan Isu Lingkungan di Indonesia, karya Aris Munandar, M.A., dan Endang Susanti, M.A. Buku yang diterbitkan Basapta Press ini diperkenalkan kepada publik sebagai kontribusi akademik dalam pengembangan diskursus politik berkelanjutan di Indonesia.
Buku Green Politics hadir di tengah meningkatnya urgensi persoalan lingkungan, mulai dari krisis iklim, degradasi ekologi, hingga kebijakan pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya berlandaskan prinsip keberlanjutan. Melalui pendekatan konseptual dan teoritik, buku ini mengulas relasi antara kekuasaan politik, kebijakan publik, dan tanggung jawab ekologis negara dalam konteks Indonesia.
Salah satu penulis, Aris Munandar, menegaskan pentingnya menempatkan politik dalam kerangka etika ekologis. Menurut dia, politik tidak lagi cukup dipahami sebagai arena perebutan kekuasaan, melainkan perlu dimaknai sebagai instrumen etis untuk menjamin keberlanjutan kehidupan manusia dan alam.
“Pendekatan politik hijau menuntut perubahan paradigma dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik,” ujar Aris.
Sementara itu, Endang Susanti menjelaskan bahwa politik hijau menempatkan lingkungan sebagai subjek utama dalam kebijakan negara. Ia menilai, lingkungan masih kerap diperlakukan sebagai objek eksploitasi dalam proses pembangunan.
“Lingkungan harus dilindungi melalui keputusan politik yang berpihak dan berkelanjutan,” kata Susan.
Secara sistematis, buku ini mengulas konsep dasar politik lingkungan, perkembangan teori green politics di tingkat global, serta implementasinya dalam dinamika kebijakan lingkungan di Indonesia. Sejumlah isu aktual turut dibahas, antara lain konflik sumber daya alam, peran negara dan aktor nonnegara, serta tantangan tata kelola lingkungan dalam praktik demokrasi elektoral.
Direktur Basapta Press, Arman Budiman, menyampaikan bahwa buku ini ditujukan bagi pembaca lintas kalangan. Selain akademisi dan mahasiswa, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, aktivis lingkungan, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu ekologi.
Ia menambahkan, desain sampul buku memuat pesan simbolik mengenai relasi politik dan lingkungan. Sampul yang menampilkan tangan manusia merawat tunas tanaman dimaknai sebagai gambaran peran politik dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.
Melalui terbitnya buku Green Politics, penulis berharap kesadaran mengenai pentingnya agenda lingkungan dapat semakin menguat dan menjadi bagian integral dari praktik politik dan pembangunan nasional.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

