Bawa Bekal Magang Big Four, Tim KKN IPB Hidupkan Sadeng Business Clinic untuk UMKM Desa

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Bogor — Pengalaman magang di firma jasa profesional kelas dunia ternyata tidak hanya berguna di balik meja kantor bertingkat. Gilang Admiratama dan delapan rekan timnya dari IPB University membuktikannya dengan cara yang berbeda — mendirikan Sadeng Business Clinic, sebuah sesi konsultasi bisnis tatap muka satu lawan satu bagi pelaku usaha mikro di Desa Sadeng, dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN), 22 Desember 2025.
Klinik bisnis ini menyasar pedagang-pedagang kecil setempat — mulai dari penjual ketoprak, ayam geprek, bubur, hingga pedagang gorengan keliling. Setiap pelaku usaha mendapat sesi konsultasi langsung bersama anggota tim, di mana mereka bisa menceritakan kondisi usahanya, mendapat masukan spesifik, dan bersama-sama merumuskan langkah perbaikan yang sesuai dengan kapasitas mereka.
Format one-on-one ini disengaja. Tim menilai pendekatan personal jauh lebih efektif ketimbang penyuluhan massal — setiap pelaku usaha punya tantangan yang berbeda, dan solusinya pun harus berbeda. Sembilan anggota tim bergerak bersama, masing-masing membawa peran dan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari tahap observasi hingga sesi konsultasi berlangsung.
Pengalaman magang Gilang di salah satu Big Four menjadi salah satu pijakan dalam menyusun kerangka analisis tim. Namun setiap rekomendasi tetap dirumuskan secara kolektif — disesuaikan dengan kondisi nyata dan kemampuan operasional masing-masing pelaku usaha. Hasilnya: saran-saran praktis yang langsung bisa dijalankan, seperti memperjelas daftar menu dan harga, merapikan tampilan informasi usaha, hingga membangun kebiasaan mencatat pemasukan harian.
“Pengalaman di industri mengajarkan saya pentingnya struktur dalam melihat masalah. Tapi di lapangan, saya belajar bahwa pendekatan itu harus diterjemahkan menjadi langkah-langkah sederhana yang benar-benar bisa langsung dipakai,” ujar Gilang. “Dan itu tidak bisa saya lakukan sendiri — tim kami yang membuat semuanya berjalan.”
Para pelaku UMKM menyambut antusias. Format konsultasi langsung membuat mereka merasa didengar dan dipahami — bukan sekadar diberi materi. Bagi sebagian besar dari mereka, Sadeng Business Clinic menjadi pertama kalinya ada pihak luar yang benar-benar duduk bersama dan menelaah usaha mereka secara serius.
Tim KKN menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini bersifat akademik dan pengabdian masyarakat, tidak mewakili institusi mana pun tempat anggotanya pernah magang. Namun pesan yang dibawa pulang dari Desa Sadeng kiranya sama kuatnya: ilmu sekaliber apapun baru benar-benar teruji ketika sembilan kepala bekerja bersama, berhadapan langsung dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

