Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Aipda Dianita Agustina Terjerat Skandal Koper Narkoba Titipan Mantan Kapolres Bima

Salinan dari Desain Tanpa Judul (18)
Aipda Dianita Agustina saat dipamerkan di depan awak Media (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar peran krusial seorang polisi wanita (Polwan) dalam pusaran kasus narkoba yang menjerat AKBP Didik Putra Kuncoro.

Mantan Kapolres Bima Kota tersebut diduga kuat menggunakan jaringan mantan anak buahnya untuk menyembunyikan barang haram.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain Harahap, mengungkapkan bahwa AKBP Didik menitipkan satu koper berisi beragam jenis narkotika kepada Aipda Dianita Agustina.

Dianita merupakan mantan anak buah Didik saat bertugas di Polda Metro Jaya, yang kini berdinas di Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

“Dianita mengambil koper itu atas permintaan Didik, kemudian menyimpannya di dalam rumah di kawasan Karawaci, Tangerang,” jelas Zulkarnain.

Bareskrim Sita Sabu, Ekstasi, hingga Ketamine

Penyidik Bareskrim bergerak cepat mengamankan koper tersebut sebagai barang bukti utama.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan koleksi narkotika yang cukup lengkap, mulai dari sabu seberat 16,3 gram, 51 butir ekstasi, hingga 19 butir Alprazolam.

Tak hanya itu, polisi juga menyita Happy Five serta 5 gram Ketamine dari tangan oknum Polwan tersebut.

Saat ini, Aipda Dianita masih menjalani pemeriksaan intensif bersama Miranti Afriana, istri dari AKBP Didik.

Sementara itu, Polri telah resmi menetapkan AKBP Didik sebagai tersangka utama atas kepemilikan dan peredaran narkoba tersebut.

Aliran Dana dari Koko Erwin

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang sebelumnya menyeret mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi.

Setelah AKP Malaungi pecah kongsi dan ditetapkan sebagai tersangka, penyidik menemukan fakta mengerikan terkait keterlibatan pimpinannya.

Bareskrim mengendus adanya aliran dana sebesar Rp1 miliar yang masuk ke kantong AKBP Didik.

Uang pelicin tersebut diduga kuat berasal dari seorang bandar narkoba kelas kakap di wilayah Bima yang bernama Koko Erwin.

Komitmen Bersih-Bersih Internal Polri

Terungkapnya jaringan ini menunjukkan betapa beraninya oknum anggota Polri bermain api dengan bandar narkoba.

Bareskrim Polri menegaskan akan terus mengejar seluruh pihak yang terlibat, termasuk mendalami kemungkinan adanya tersangka lain dari lingkaran terdekat AKBP Didik.

Proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap secara utuh aliran dana dan jaringan distribusi yang selama ini beroperasi di bawah perlindungan oknum perwira tersebut.

Publik kini menanti ketegasan institusi Polri dalam menindak para pengkhianat seragam cokelat ini.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store