Halal Bihalal PCNU se-Jatim, Gus Yahya Tegaskan Konvensi Besar dan Arah Organisasi

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Bangkalan – Halal bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Al Kholiliyah Annuroniah, Demangan Timur, berlangsung hangat namun sarat muatan strategis. Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi antar pengurus dalam menyamakan arah organisasi ke depan.
Dialog interaktif bersama Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menjadi sorotan utama. Sejumlah pertanyaan kritis muncul dari peserta, termasuk kekhawatiran terkait program yang berpotensi membebani daerah jika membutuhkan biaya besar.
Menanggapi hal itu, Gus Yahya menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis akan diputuskan melalui mekanisme organisasi yang matang.
“Hal-hal seperti itu nanti akan diputuskan melalui konvensi besar,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa kesiapan awal sudah mulai berjalan, terutama dalam penyusunan materi program.
“Persiapan materi sudah berjalan, insyaallah siap dijalankan lagi,” ujarnya.
Selain itu, terkait dokumen yang sebelumnya belum ditandatangani, Gus Yahya menyebut prosesnya kini mulai dikerjakan kembali setelah adanya dorongan dari berbagai pihak, termasuk BUMN di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai dikerjakan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Bangkalan, Makki Nasir, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas internal NU di Jawa Timur, khususnya dalam menghadapi agenda organisasi ke depan.
Menurutnya, Bangkalan sebagai tuan rumah berupaya menghadirkan ruang dialog yang terbuka agar seluruh pengurus cabang dapat menyampaikan gagasan dan pandangannya.
“Ini bukan sekadar halal bihalal, tapi momentum menyatukan langkah dan memperkuat konsolidasi,” ujarnya.
Forum juga diwarnai pertanyaan terkait kepemimpinan mendatang. Menanggapi hal itu, Gus Yahya menyatakan kesiapan jika kembali dicalonkan, namun menekankan bahwa hal tersebut dilandasi tanggung jawab moral.
“Saya siap dicalonkan. Tapi saya ini hanya ingin membayar hutang, hutang janji yang belum terpenuhi. Kalau masih ada yang belum tercapai, berarti saya masih punya tanggung jawab,” ungkapnya.
Kegiatan ini menegaskan peran PCNU Bangkalan sebagai simpul penting konsolidasi NU di Jawa Timur. Lebih dari sekadar tradisi pasca-Idulfitri, forum ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan organisasi secara lebih terstruktur dan kolektif.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

