Panik! Mafia Blueray Cargo Copot Plang Kantor dan Bersih-Bersih Jejak

Jurnalis: Abdul Hamid
Kabar Baru, Jakarta – Manajemen PT Blueray Cargo diduga tengah melakukan upaya bersih-bersih besar-besaran setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK awal Februari lalu.
Aksi mencurigakan ini menjadi sorotan publik di media sosial setelah sejumlah saksi mata melaporkan penutupan kantor secara mendadak hingga pencopotan atribut perusahaan.
Warganet melaporkan bahwa aktivitas pembersihan jejak tersebut berlangsung hingga malam hari.
“Kantornya mendadak tutup semua, plang nama dicopot dan dibuang. Mereka bersih-bersih sampai malam, yang kerja centeng-centengnya semua,” tulis akun @handy.188 di kolom komentar Instagram resmi Blueray dan dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Selasa (17/02/2026).
Selain kantor fisik, akses menuju situs resmi perusahaan juga terpantau lumpuh dan tidak bisa diakses publik.
John Field Hanya Boneka
Isu mengenai adanya aktor intelektual di balik layar semakin menguat setelah seorang perempuan yang mengaku mantan karyawan angkat bicara.
Ia membeberkan bahwa pemilik asli Blueray Cargo bukanlah John Field—tersangka yang saat ini mendekam di sel KPK.
“Owner-nya bukan Koh John. Dan seperti yang kalian tahu, oknum Bea Cukai tidak sebersih itu, mereka selalu berteriak minta makan,” ungkap akun @wida_luths.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa John Field hanyalah tameng untuk menutupi sosok bos besar yang sebenarnya.
Nama Gito Huang kini mencuat sebagai sosok yang diduga mengendalikan gurita bisnis Blueray Cargo.
Meski namanya tidak tercantum dalam struktur manajemen resmi, jejak digital di LinkedIn menunjukkan koneksi kuat antara jajaran pejabat perusahaan forwarder tersebut dengan akun pribadi Gito Huang.
Gurita Bisnis dan Dunia Hiburan
Gito Huang bukan pemain baru dalam dunia bisnis. Ia memiliki jaringan usaha yang luas, mulai dari aplikasi belanja Kipaskipas di bawah PT Komunitas Anak Bangsa (Koanba), hingga portal berita Pinusi yang sempat mendapat teguran keras dari Dewan Pers karena diduga memiliki struktur redaksi fiktif.
Aktor intelektual ini juga memiliki pengaruh kuat di industri hiburan. Ia tercatat sebagai Eksekutif Produser film Anak Kunti dan memiliki kedekatan dengan sejumlah figur publik.
Bahkan, kantornya di kawasan Gandaria sering menjadi lokasi syuting siniar populer untuk menutupi aktivitas bisnis utamanya yang kini bermasalah.
KPK Buru Sang Bos Besar
Merespons temuan dan laporan masyarakat terkait upaya penghilangan jejak ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan tinggal diam.
Lembaga antirasuah tersebut membuka peluang lebar untuk menyeret Gito Huang ke ruang pemeriksaan guna mengungkap skandal suap impor di lingkungan Bea Cukai.
“KPK berpeluang memanggil pihak-pihak yang penyidik pandang perlu untuk mengungkap perkara ini agar menjadi terang benderang,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Penyidik saat ini fokus memastikan apakah Gito Huang merupakan pemilik asli yang menggerakkan suap jalur impor tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

