FMIPA UNG Rekonstruksi Kurikulum, PT Gorontalo Minerals Beri Masukan Industri

Jurnalis: Pengki Djoha
Kabar Baru, Gorontalo– Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tengah melakukan rekonstruksi kurikulum tahun 2026, dengan memperoleh masukan berharga dari sektor industri melalui PT Gorontalo Minerals. Dalam Workshop Rekonstruksi Kurikulum yang diselenggarakan baru-baru ini, perusahaan sebagai pemain utama sektor pertambangan mineral di daerah memaparkan ekspektasi dunia kerja serta kebutuhan talenta yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 11.01 hingga 11.30 WITA menghadirkan dua perwakilan senior dari PT Gorontalo Minerals: Didik Budi Hatmoko selaku Senior Manager External and Government Relation, dan Rizkal Dwi Ramadhan sebagai Supervisor Human Resources and General Affair Operation. Kedua narasumber tidak hanya memberikan masukan terkait konten kurikulum, tetapi juga mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi lulusan kampus dengan kebutuhan industri.
Masukan Industri untuk Kurikulum yang Relevan
Didik Budi Hatmoko menjelaskan bahwa masukan yang diberikan bertujuan untuk memastikan kurikulum FMIPA UNG mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kuat dalam teori, tetapi juga siap menerapkannya dalam konteks operasional riil. Menurutnya, industri pertambangan saat ini membutuhkan lulusan MIPA dengan kompetensi yang mencakup pemahaman fundamental sains yang mendalam, kemampuan analisis laboratorium, literasi data dan komputasi, pengetahuan tentang standar serta regulasi industri, dan kemampuan menulis dokumentasi teknis.
“Kami berbagi kebutuhan spesifik setiap departemen – mulai dari geologi yang membutuhkan pemahaman struktur batuan, hingga analisis data yang mengandalkan kemampuan matematika dan statistika. Semua ini bisa menjadi acuan dalam penyusunan mata kuliah dan materi pembelajaran,” ungkap Didik.
Kolaborasi untuk Menyusun Kurikulum yang Terapan
Rizkal Dwi Ramadhan menambahkan bahwa PT Gorontalo Minerals bersedia terlibat secara aktif dalam proses pengembangan kurikulum. Beberapa bentuk kolaborasi yang diusulkan meliputi penyediaan case study riil dari perusahaan, menjadi narasumber tamu untuk mata kuliah terapan, serta memberikan pelatihan tentang software dan tools yang digunakan di industri.
“Kami juga siap menyediakan licensed software untuk lab kampus, sehingga mahasiswa bisa terbiasa dengan aplikasi yang sebenarnya digunakan di dunia kerja sebelum mereka lulus,” ujar Rizkal. Selain itu, perusahaan juga menawarkan program magang berbasis proyek dan capstone project yang mengambil permasalahan riil sebagai topik penelitian, sehingga kurikulum menjadi lebih terhubung dengan realitas industri.
Fokus pada Pengembangan Kompetensi Holistik
Dalam masukannya, perusahaan juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pengembangan soft skills ke dalam kurikulum. Rizkal menyampaikan bahwa sebanyak 60 persen keputusan rekrutmen ditentukan oleh kemampuan seperti komunikasi yang jelas, kerja sama tim, problem solving, adaptabilitas, dan etika kerja.
“Kami harap kurikulum tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan non-teknis yang krusial bagi perkembangan karir di perusahaan,” jelasnya.
Dengan masukan dari PT Gorontalo Minerals, rekonstruksi kurikulum FMIPA UNG diharapkan dapat menghasilkan profil lulusan yang sesuai dengan tuntutan era digital dan kebutuhan industri, sekaligus menjawab indikator kinerja utama pendidikan tinggi yang berlaku.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

