Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Nyantrikilat 6.0 Kembali Digelar, Kaji Ulang Kebutuhan Dasar Manusia Urban

kabarbaru.co
Peserta mengikuti rangkaian kajian Nyantrikilat 6.0 secara daring melalui Zoom, laman web, dan siaran langsung YouTube. (Foto: Dok. Panitia).

Jurnalis:

Kabar Baru, Yogyakarta — Platform pesantren digital Nyantrikilat kembali menggelar program kajian Ramadhan bertajuk Nyantrikilat 6.0. Mengusung tema Basic Needs, program ini diarahkan untuk mengkaji ulang kebutuhan dasar manusia di tengah gaya hidup urban yang dinilai semakin distraktif.

Nyantrikilat 6.0 akan diselenggarakan secara daring selama bulan Ramadhan. Program ini menyasar masyarakat umum, khususnya kalangan muda urban dan profesional, yang ingin mendalami kajian keislaman di luar kerangka pesantren konvensional.

Sejumlah tokoh dijadwalkan mengisi sesi kajian, di antaranya pakar filsafat Dr. Fahruddin Faiz, Gus Rifqil Muslim, Ning Imaz Fatimatuz Zahra, serta Alwi Fajri. Kajian dirancang sebagai ruang dialog yang mempertemukan literatur klasik pesantren dengan persoalan kehidupan modern.

Tema Basic Needs dipilih sebagai respons atas fenomena manusia modern yang dinilai kerap terjebak pada kebutuhan artifisial. Dalam pelaksanaannya, Nyantrikilat membagi pembahasan ke dalam empat pilar utama, yakni Origins (tugas dasar penciptaan), Maisyah (etika ekonomi), kesehatan badani, serta kesehatan jiwa.

Founder Nyantrikilat, Ning Sulma Safina, mengatakan program ini merupakan upaya untuk mengembalikan orientasi hidup manusia pada kebutuhan yang esensial.
“Perjalanan besar tak pernah dimulai dari langkah yang tinggi, melainkan dari batin yang jernih. Lewat tema Basic Needs, kami ingin mengajak teman-teman urban untuk membasuh diri, kembali ke kebutuhan esensial. Hidup itu tidak perlu heboh, yang penting cukup, dan cukup bukan berarti berhenti bermimpi,” ujar Ning Sulma Safina.

Dari sisi kurikulum, Nyantrikilat 6.0 menawarkan dua jalur kelas. Kelas umum membahas materi dasar melalui kitab Safinatun Naja dan kajian tafsir yang bersumber dari Nasoihul Ibad. Sementara kelas alumni atau santri ditujukan bagi peserta dengan latar belakang pesantren, dengan fokus pada praktik Ushul Fiqh, Ilmu Hadits, dan Ilmu Tafsir untuk merespons isu-isu kontemporer.

Selain kajian keilmuan, program ini juga mengangkat kesadaran ekologis melalui pendekatan filosofis. Inspirasi diambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj dan kearifan lokal tentang relasi manusia dengan alam.
“Kami menggunakan filosofi air: anglaras ilining banyu, angeli ananging ora keli. Ikut arus tapi tidak hanyut. Kami ingin menghadirkan mata air bagi mereka yang haus akan makna di tengah gersangnya rutinitas urban,” kata Sulma.

Pendaftaran Nyantrikilat 6.0 telah dibuka untuk masyarakat umum. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi Instagram @nyantrikilat dan laman resmi penyelenggara.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store