Disulap dengan Hati, Benteng Kumuh di Tegalmunjul Kini Jadi Ikon Estetik

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Pemerintah Kelurahan Tegalmunjul menunjukkan komitmen nyata dalam penataan lingkungan melalui inovasi bertajuk Make Manah (Dengan Hati). Benteng yang sebelumnya tampak kumuh dan dipenuhi coretan vandalisme kini disulap menjadi benteng bambu bernuansa estetik di sepanjang Jalan Ipik Gandamanah, Kabupaten Purwakarta.
Penataan tersebut mengusung tema “Raksa Riksa Lembur Kula”, yang bermakna menjaga dan merawat lingkungan kampung. Inovasi ini dinilai berhasil mempercantik kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Benteng yang dahulu terlihat tidak terawat kini menjelma menjadi elemen visual yang menarik perhatian pengguna jalan. Pemanfaatan bambu sebagai material utama tidak hanya menghadirkan kesan alami dan artistik, tetapi juga mencerminkan nilai kearifan lokal serta konsep ramah lingkungan.
Lurah Tegalmunjul, Yudha Agus Prasetya, yang akrab disapa Gus Dha, mengatakan bahwa penataan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan memiliki nilai estetika.
“Kami melihat adanya potensi di lokasi ini. Daripada dibiarkan kumuh, kami berinisiatif menata ulang dengan konsep bambu yang sederhana namun tetap memiliki nilai keindahan. Alhamdulillah, hasilnya mendapat respons positif dari warga,” ujar Gus Dha, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, proses pengerjaan dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan warga menjadi kunci utama keberhasilan penataan tersebut, sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Dengan melibatkan warga, kami berharap benteng ini dapat dijaga dan dirawat bersama. Ini bukan hanya soal mempercantik kawasan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk mencintai dan menjaga lingkungan,” jelasnya.
Selain memperindah wajah kawasan, penataan benteng bambu ini juga diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Ke depan, Pemerintah Kelurahan Tegalmunjul berencana menghadirkan inovasi serupa di sejumlah titik lain yang dinilai membutuhkan penataan.
Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk menghadirkan perubahan positif. Dengan kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan, kawasan yang sebelumnya terkesan kumuh dapat diubah menjadi ruang publik yang lebih layak, nyaman, dan bernilai estetika. ***
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

