Senator ARK Protes Perubahan Rute Penerbangan Bali–Sorong

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Jakarta – Senator asal Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya (ARK) menyoroti perubahan rute penerbangan Bali–Sorong yang dinilai merugikan pengembangan pariwisata kawasan timur Indonesia, khususnya Papua dan Raja Ampat.
Senator ARK menyampaikan keprihatinan sekaligus protes atas berkurangnya layanan penerbangan langsung maupun transit yang sebelumnya dilayani sejumlah maskapai nasional.
Ia mencontohkan maskapai Garuda Indonesia yang sebelumnya melayani rute Bali–Sorong atau Bali–Makassar–Sorong, namun kini semakin jarang beroperasi.
Menurut ARK, perubahan rute penerbangan ini berpotensi mengganggu target pengembangan ekowisata nasional, termasuk target kunjungan wisatawan yang dicanangkan pemerintah.
Ia menilai, jika konektivitas udara ke Papua tidak diperkuat, maka target 14 juta kunjungan wisatawan hanya akan terpusat di Bali dan Lombok, tanpa memberikan dampak signifikan bagi daerah tujuan wisata lain seperti Papua Barat Daya.
“Garuda Indonesia dan Pelita Air sebagai maskapai milik pemerintah seharusnya melayani seluruh wilayah Indonesia, termasuk mengintegrasikan pariwisata Bali–Sorong–Raja Ampat,” kata ARK.
Ia menambahkan, sektor pariwisata merupakan salah satu Asta Cita Presiden, yang membutuhkan dukungan penuh dari sektor transportasi udara sebagai penghubung utama antarwilayah.
Oleh karena itu, ARK mendorong Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan untuk berkolaborasi dalam menata kembali kebijakan rute penerbangan nasional.
Selain persoalan rute, ARK juga menyoroti mahalnya harga tiket pesawat ke Papua yang masih menjadi kendala utama.
Ia menyebutkan, harga tiket penerbangan ke Papua, bahkan untuk maskapai pemerintah, bisa mencapai Rp8 juta.
“Ini bentuk ketidakadilan harga dan akses. Papua seolah masih terisolasi karena biaya transportasi udara yang sangat tinggi,” katanya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

