PMII Paser Dorong Kesadaran Literasi melalui Program Hangout Bareng

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Paser – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Paser sukses melaksanakan program Hangout Bareng dengan pembahasan utama diskusi literasi, melibatkan 3 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), yang berlokasi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Paser, Senin (26/01/26).
Kegiatan tersebut berhasil mencuri atensi kurang lebih 50 orang dari berbagai kalangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan diskusi yang diprakarsai oleh PMII Paser, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Kelompok Posyandu, hingga masyarakat umum. Selain berdiskusi, kegiatan ini juga dirangkai dengan pendataan seluruh peserta sebagai anggota perpustakaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Paser yang diwakili oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, yakni Asnan Latief, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Paser yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kepemudaan, Agus Epriyanto.
Dalam sambutannya, Asnan Latief menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMII Paser atas terselenggaranya agenda literasi yang melibatkan Diskominfostaper. Ia juga menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus informasi di media sosial, semua kalangan harus berhati-hati dan lebih bijak dalam bersosial media.
“Kami sangat mengapresiasi kalangan anak muda dalam menyelenggarakan program literasi, khususnya PMII Paser. Di tengah deras arus informasi, kita dituntut harus lebih bijak dalam memahami literasi digital. Jika dulu ada peribahasa mulutmu harimaumu, maka sekarang jarimu harimaumu,” ujarnya dalam sambutan.
Sementara itu, Agus Epriyanto selaku Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kepemudaan menjelaskan bahwa Disporapar akan selalu mendukung penuh program kepemudaan yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi. Baginya, selama berkaitan dengan kepemudaan maka Disporapar Kabupaten Paser akan siap memfasilitasi dengan baik.
“Kami akan selalu mendukung penuh program kepemudaan, salah satu contohnya program yang dilaksanakan oleh PMII Paser berkaitan dengan literasi,” jelasnya dalam sambutan.
Dalam diskusi yang dipandu oleh Sahnaz Fadila, baik pembicara maupun audiens sangat interaktif dalam membahas situasi literasi di Kabupaten Paser. Walau realita literasi dianggap mengalami degradasi, namun Kasrani, Rofi’i, dan Dodi Wahyudi yang didapuk sebagai pembicara menilai bahwa ruang diskusi dan literasi masih memiliki harapan di tangan-tangan anak muda yang memiliki kesadaran literasi hari ini.
Sementara itu, Yarahman selaku Ketua PC PMII Paser dan inisiator terselenggaranya diskusi literasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya program diskusi literasi. Baginya, berbicara literasi harus melibatkan banyak pihak dan memerlukan kesadaran kolektif demi menumbuhkan kesadaran tersebut.
“Bicara soal literasi harus melibatkan banyak kalangan. Saya merasa ironis melihat situasi literasi di Paser, ruang diskusi mati, kesadaran membaca menurun. Melalui program ini saya harap bisa menjadi pemantik. Terakhir, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini,” pungkasnya dalam penutup acara.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

