Tunda Audiensi, TMI Sumenep Cap Polres Tak Serius Bongkar Mafia BBM

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sumenep menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Polres Sumenep terkait penundaan jadwal audiensi dugaan praktik mafia BBM solar bersubsidi.
Kekecewaan itu muncul karena pihak kepolisian dinilai berulang kali menunda jadwal audiensi yang sebelumnya telah disepakati.
Sekretaris TMI Sumenep, Wawan, S.E., mengatakan Polres Sumenep telah melakukan penjadwalan ulang (re-schedule) sebanyak dua kali.
Awalnya, audiensi dijadwalkan pada 16 Januari, kemudian diundur menjadi 27 Januari atas permintaan pihak kepolisian sendiri.
“Padahal, jadwal 27 Januari itu merupakan permintaan dari pihak Polres. Namun tiba-tiba kembali diminta penjadwalan ulang. Kami mempertanyakan keseriusan Polres untuk menerima audiensi ini,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, ketidakjelasan jadwal tersebut menjadi indikasi ketidaksiapan Polres Sumenep dalam menanggapi tuntutan TMI terkait pemberantasan mafia BBM solar bersubsidi.
Ia khawatir penundaan itu merupakan upaya menghindari substansi tuntutan yang disampaikan para petani.
“Padahal kami hanya ingin kasus ini menjadi terang benderang,” katanya.
Selain itu, Wawan menilai alasan padatnya agenda kepolisian terkesan janggal. Sebab, pada waktu yang sama, muncul informasi adanya oknum kepolisian di Sumenep tengah dipanggil Polda Jawa Timur terkait dugaan kasus tersebut.
Lebih lanjut, TMI Sumenep juga menyoroti rumor mengenai dugaan keterlibatan oknum di internal kepolisian.
Wawan menegaskan bahwa isu tersebut perlu segera diklarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah publik.
“Kami menyoroti rumor yang menyebut dugaan keterlibatan Kasatreskrim Polres Sumenep dalam pusaran mafia solar. Kami meminta oknum yang diduga terlibat segera memberikan klarifikasi,” tegasnya.
TMI Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami tegaskan, TMI tetap solid dan berkomitmen mengawal kasus ini. Kami tidak terpengaruh oleh isu pengkondisian atau upaya untuk melemahkan gerakan,” ujarnya.
Bahkan, TMI Sumenep mengancam akan mengambil langkah lanjutan apabila jalur audiensi terus mengalami kebuntuan.
“Jika tidak ada kejelasan, kami siap mengambil langkah yang lebih tegas, yaitu mengepung Mapolres Sumenep,” kata Wawan.
Diketahui sebelumnya, persoalan ini bermula dari temuan TMI terkait dugaan praktik mafia BBM solar bersubsidi yang diduga menggunakan barcode milik nelayan dan petani.
Praktik tersebut dinilai sangat merugikan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Sumenep.
TMI telah mendesak aparat penegak hukum (APH), baik di tingkat Polres maupun Polda Jawa Timur, untuk mengusut tuntas dugaan praktik tersebut secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu.
TMI juga meminta agar apabila terdapat anggota kepolisian yang terbukti terlibat, segera diambil tindakan tegas demi menjaga nama baik institusi.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

