Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Merasa Dirugikan, Maxim Ananiev Investor Rusia Cari John & Lizza Lundin ke Banyuwangi

IMG_20260124_134724
Maxim Ananiev, investor asal Rusia saat menemui Joh Lundin, pemilik PT Lundin Industry Invest, di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi.(Foto:Dokumentasi).

Jurnalis:

KABAR BARU, BANYUWANGI -Maxim Ananiev, seorang investor asal Rusia, nekad datang ke Banyuwangi, Jawa Timur. Dia mencari John & Lizza Lundin, alias John Ivar Allan Lundin, seorang berkewarganegaraan Swedia dan istrinya yang seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Banyuwangi, Lizza Lundin.

Pria berjenggot itu sengaja jauh-jauh dari Negeri Beruang Merah, dia ke Bumi Blambangan, karena merasa dirugikan oleh pasangan suami istri pemilik PT Lundin Industry Invest, perusahaan kapal tempur berteknologi tinggi, yang ada di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi itu.

Begitu menginjakan kaki di kabupaten paling ujung timur pulau Jawa, pada Kamis (22/1/2026), Maxim, sapaan akrab Maxim Ananiev, langsung melurug ke Sewarna Cafe, di Boom Marina Banyuwangi. Ditemani Guide bernama Slamet, dan seorang driver, Riki, dia menanyakan keberadaan John & Lizza Lundin, kepada karyawan cafe.

Itu dilakukan karena sebelumnya pengusaha asal Rusia tersebut mendapat informasi bahwa Sewarna Cafe adalah milik John & Lizza Lundin.

Namun upaya tak membuahkan hasil. John & Lizza Lundin tidak ditemukan. Bahkan salah satu karyawan Sewarna Cafe menyampaikan bahwa kedua bos PT Lundin Industry Invest tersebut sedang berada di Jakarta.

Rasa marah dan kecewa terlihat jelas diwajah Maxim. Apa yang dirasakan investor asal Rusia ini memang cukup beralasan. Ternyata dia adalah rekan bisnis John & Lizza Lundin, di perusahaan bernama PT Inter Sub Tech. Maxim adalah pemegang 50 persen saham atas perusahaan yang beralamat di Jalan Lundin, No 2, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi.

Dalam struktur perusahaan, Maxim duduk sebagai komisaris, sedang Lizza Lundin menjadi Direktur.

Pada hubungan bisnis ini, Maxim merasa dirugikan. Sebagai komisaris dia tidak pernah mendapat laporan keuangan. Bahkan, dia pernah sekitar 2 tahun mencoba menghubungi John & Lizza Lundin, via telepon, WA, hingga email, juga tak pernah mendapat tanggapan.

Makin mengagetkan, Maxim sempat mendapat kabar bahwa posisinya sebagai komisaris, disinyalir diganti secara sepihak oleh John & Lizza Lundin. Diduga, tanda tangannya dipalsukan, karena sebelumnya Maxim belum pernah datang ke Indonesia.

Rentetan cerita miring dalam investasi itulah yang mendorong Maxim untuk nekad datang ke Banyuwangi. Datang untuk semata-mata mencari John & Lizza Lundin, guna meminta kejelasan, pertanggung jawaban dan menempuh keadilan.

Tak menemukan John & Lizza Lundin di Sewarna Cafe, Maxim bersama Guide dan driver langsung bergegas menuju PT Lundin Industry Invest, di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi.

Sempat terjadi ketegangan. Hingga akhirnya Maxim diijinkan masuk ke area perusahaan. Disitu, pengusaha asal Rusia itu ditemui oleh John Lundin. Padahal, sebelumnya karyawan Sewarna Cafe menyampaikan bahwa John & Lizza Lundin sedang berada di Jakarta.

Kepada Maxim, John Lundin menyampaikan bahwa PT Inter Sub Tech, sudah tidak beroperasi sejak 4 tahun lalu. John Lundin juga menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi owner Sewarna Cafe. Saat pertemuan, John Lundin, disebut berjanji untuk membeli kembali saham milik Maxim dan memberikan rincian lengkap pengeluaran.

“John Lundin mengaku akan mengembalikan 50 persen saham milik Maxim di PT Inter Sub Tech. Untuk itu, hari Jumat (23/1/2026) sekitar jam 1 siang, Maxim diminta kembali datang ke PT Lundin, sambil mengajak pengacara atau notaris, serta membawa berkas-berkas,” ucap Slamet, selaku Guide Maxim, Sabtu (24/1/2026).

Namun keesokan harinya, pada Jumat siang (23/1/2026), John Lundin, dikabarkan ujug-ujug mengubah pendiriannya. Dia malah menawarkan untuk menjual sahamnya di PT Lundin Industry Invest, kepada Maxim.

Kenyataan itu sontak membuat Maxim merasa dua kali ditipu dan dirugikan. Dia pada dasarnya diminta untuk membeli kembali uang investasinya sendiri dari John Lundin. Pada akhirnya, untuk memmperjuangkan hak dan mencari keadilan, Maxim melalui kuasa hukum, membuat laporan polisi, berharap sistem hukum Indonesia dapat melindunginya dari indikasi penipuan yang dilakukan oleh pihak PT Lundin Industry Invest.

Dengan pengalaman ber investasi di Banyuwangi dengan John Lundin ini, Maxim mengaku merasa sangat dirugikan. Kenapa?. Karena selama 4 tahun tidak pernah mendapat laporan apapun, termasuk laporan keuangan. Dengan kata lain, selama itu, selaku komisaris, Maxim tidak pernah mengetahui bagaimana investasinya digunakan.

Tentang PT Inter Sub Tech

PT Inter Sub Tech didirikan pada tahun 2017. Saat itu, PT Lundin Industry Invest, perusahaan milik John & Lizza Lundin, sedang mencari investor untuk memproduksi kapal jenis kendaraan permukaan dan bawah air Hybrid baru berdasarkan teknologi Swedia. Kala itu, John Lundin, mengajak Maxim untuk bergabung dengan kepemilikan saham yang sama, yakni masing-masing 50 persen.

Namun setelah beberapa waktu, Maxim menyadari bahwa tidak ada produksi aktual yang terjadi di PT Inter Sub Tech. Kemudian dia hendak meminta laporan keuangan dan penjelasan tentang ke mana modal tersebut digunakan. Apalagi dalam investasi ini, Maxim telah mentransfer uang sebesar Rp15 miliar ke rekening PT Inter Sub Tech.

Berharap Ada Perlindungan Investasi

Kisah Maxim Ananiev ini menambah daftar investor asal Rusia yang dirugikan saat menanamkan modal di Banyuwangi. Tentunya kondisi ini merupakan alarm peringatan keras terhadap kondusivitas iklim investasi di Banyuwangi dan Indonesia. Bahwa hubungan yang baik antara Indonesia dan Rusia, tidak menjadi jaminan dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam ber investasi. Termasuk dalam memberikan perlindungan dalam investasi. Khususnya pada indikasi praktik-praktik penipuan serta pencucian uang. (*)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store