Website Masih Relevan di Tengah Gempuran Sosial Media?
Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta – Transformasi digital telah menjadi kata kunci dalam perkembangan dunia usaha, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Hampir semua bisnis kini terdorong untuk hadir di ranah digital demi menjangkau konsumen yang semakin terbiasa melakukan aktivitas secara online. Media sosial, marketplace, dan aplikasi pesan instan menjadi kanal utama yang paling sering digunakan.
Namun di tengah masifnya penggunaan media sosial, muncul pertanyaan penting: apakah website masih relevan bagi UMKM di era digital saat ini? Atau justru website sudah tergeser oleh platform-platform yang lebih praktis dan instan?
Pertanyaan ini tidak hanya soal tren, tetapi menyangkut strategi jangka panjang dalam membangun identitas dan keberlanjutan bisnis di dunia digital.
Media Sosial: Mudah, Cepat, Tapi Penuh Ketergantungan
Tidak bisa dipungkiri, media sosial memberikan kemudahan luar biasa bagi UMKM. Tanpa perlu modal besar, pelaku usaha bisa langsung memasarkan produk melalui Instagram, TikTok, Facebook, hingga WhatsApp Business. Semua fitur tersedia secara gratis, bahkan dilengkapi algoritma yang membantu konten menjangkau audiens baru.
Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat satu masalah besar: ketergantungan pada platform pihak ketiga.
Pelaku UMKM tidak memiliki kendali penuh atas:
-
Algoritma distribusi konten
-
Kebijakan platform
-
Perubahan fitur dan aturan
-
Risiko suspend atau pembatasan akun
Dalam banyak kasus, bisnis yang sudah memiliki ribuan pengikut bisa tiba-tiba kehilangan jangkauan hanya karena perubahan algoritma. Bahkan ada yang kehilangan seluruh akun tanpa bisa mengakses data pelanggan.
Artinya, media sosial memang efektif untuk exposure, tetapi tidak bisa dijadikan satu-satunya fondasi digital bisnis.
Website: Aset Digital Milik Sendiri
Berbeda dengan media sosial, website merupakan aset digital yang sepenuhnya dimiliki oleh bisnis itu sendiri. Mulai dari tampilan, konten, hingga data pengunjung dapat dikontrol secara penuh.
Website berfungsi sebagai:
-
Profil resmi bisnis
-
Katalog produk/jasa
-
Media komunikasi brand
-
Pusat informasi terpercaya
Dalam konteks media dan komunikasi, website bisa diibaratkan sebagai “rumah digital”, sementara media sosial hanyalah “papan reklame di jalan umum”.
Website tidak bergantung pada algoritma. Selama domain aktif dan server berjalan, website bisa diakses kapan saja oleh siapa pun, tanpa takut kontennya tenggelam oleh postingan lain.
Kredibilitas Bisnis di Mata Konsumen
Salah satu aspek penting yang sering diabaikan UMKM adalah persepsi profesionalisme. Konsumen modern cenderung lebih percaya pada bisnis yang memiliki website resmi dibanding yang hanya mengandalkan media sosial.
Website memberikan kesan:
-
Lebih serius dan profesional
-
Lebih transparan
-
Lebih terpercaya
Bagi konsumen baru, website sering menjadi tempat pertama untuk:
-
Mengecek profil perusahaan
-
Membaca testimoni
-
Melihat portofolio
-
Memastikan kontak dan alamat
Tanpa website, banyak bisnis kehilangan peluang hanya karena dianggap “kurang meyakinkan”, meskipun produk yang ditawarkan sebenarnya berkualitas.
SEO dan Keunggulan Jangka Panjang
Keunggulan utama website dibanding media sosial terletak pada Search Engine Optimization (SEO). Melalui SEO, website bisa muncul di hasil pencarian Google ketika orang mencari produk atau jasa tertentu.
Contohnya:
-
“jasa catering Jakarta”
-
“toko sepatu lokal”
-
“konsultan digital marketing”
Konten website yang dioptimasi dengan baik bisa mendatangkan pengunjung secara konsisten selama bertahun-tahun, tanpa perlu biaya iklan rutin.
Sementara di media sosial:
-
Konten cepat tenggelam
-
Umur postingan sangat pendek
-
Harus terus produksi konten agar tetap terlihat
Website justru bekerja sebaliknya: sekali dibuat dengan benar, hasilnya bisa dinikmati jangka panjang.
Website Bukan Lagi Barang Mahal
Salah satu alasan klasik UMKM enggan membuat website adalah anggapan bahwa biayanya mahal dan teknisnya rumit. Padahal, kondisi saat ini sudah sangat berbeda dibanding 10 tahun lalu.
Sekarang, pelaku usaha bisa memulai website hanya dengan:
-
Domain (nama website)
-
Hosting (tempat menyimpan data website)
Bahkan banyak penyedia layanan yang menawarkan hosting murah dengan performa stabil, sehingga UMKM bisa memiliki website profesional tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dengan biaya setara paket data bulanan, bisnis sudah bisa memiliki:
-
Email profesional
-
Website aktif 24 jam
-
Akses dashboard sendiri
-
Kontrol penuh atas konten
Hambatan finansial yang dulu menjadi momok, kini praktis sudah tidak relevan lagi.
Tantangan Teknis: Wajar, Tapi Bisa Disiasati
Memang tidak semua pelaku UMKM memiliki latar belakang teknis. Banyak yang merasa:
-
Tidak paham coding
-
Tidak mengerti desain
-
Bingung mengelola konten
Namun justru di sinilah peran layanan profesional menjadi penting. Menggunakan jasa pembuatan website memungkinkan pelaku usaha fokus pada bisnis, tanpa harus memikirkan sisi teknis.
Website bisa disiapkan lengkap:
-
Desain sesuai brand
-
Struktur SEO friendly
-
Mobile responsive
-
Siap digunakan langsung
Pendekatan ini jauh lebih efisien dibanding belajar dari nol, apalagi bagi UMKM yang ingin segera go digital secara serius.
Website dan Media Sosial: Bukan Saingan, Tapi Partner
Kesalahan umum dalam transformasi digital adalah menganggap website dan media sosial sebagai dua pilihan yang saling menggantikan. Padahal, keduanya justru saling melengkapi.
Media sosial berfungsi sebagai:
-
Alat promosi cepat
-
Kanal interaksi
-
Media viral
Website berfungsi sebagai:
-
Pusat informasi
-
Landing page kampanye
-
Media transaksi
-
Database pelanggan
Strategi yang ideal bukan memilih salah satu, melainkan mengintegrasikan keduanya. Media sosial menarik perhatian, website mengkonversi kepercayaan.
Perspektif Media: Website sebagai Infrastruktur Informasi
Dalam konteks media dan komunikasi publik, website memiliki posisi strategis sebagai arsip digital yang terstruktur. Informasi yang dipublikasikan di website bisa:
-
Diakses ulang kapan saja
-
Dijadikan referensi
-
Dibagikan lintas platform
Sementara konten media sosial bersifat:
-
Sementara
-
Cepat tergeser
-
Sulit ditelusuri ulang
Bagi UMKM yang ingin membangun narasi brand jangka panjang, website jauh lebih relevan sebagai medium utama komunikasi.
Realita di Lapangan: UMKM yang Bertahan Punya Website
Banyak studi menunjukkan bahwa UMKM yang memiliki website cenderung:
-
Lebih stabil saat terjadi perubahan platform
-
Lebih siap masuk ke kerja sama B2B
-
Lebih dipercaya oleh mitra dan investor
-
Lebih mudah melakukan ekspansi digital
Website menjadi semacam “identitas resmi” di dunia online. Ketika bisnis ingin naik kelas, website hampir selalu menjadi syarat tidak tertulis.
Transformasi Digital Bukan Soal Tren, Tapi Kontrol
Transformasi digital sejatinya bukan tentang ikut tren, tetapi tentang mengambil alih kontrol atas ekosistem bisnis sendiri. Media sosial memang membantu, tetapi sifatnya tetap milik pihak lain.
Website memberikan:
-
Kemandirian
-
Kepemilikan data
-
Kebebasan strategi
-
Keamanan jangka panjang
Di tengah ketidakpastian algoritma dan kebijakan platform, website justru menjadi satu-satunya aset digital yang benar-benar stabil.
Kesimpulan: Website Masih Relevan, Bahkan Semakin Penting
Di tengah gempuran media sosial, website bukan hanya masih relevan, justru semakin krusial. Bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang, website bukan lagi pilihan tambahan, melainkan fondasi utama.
Media sosial boleh berubah, marketplace bisa berganti, algoritma bisa dirombak. Tetapi website akan tetap menjadi:
-
Rumah digital bisnis
-
Identitas resmi brand
-
Aset jangka panjang
Transformasi digital yang sehat bukan soal viral, tetapi soal memiliki kontrol atas masa depan bisnis sendiri. Dan dalam hal ini, website tetap menjadi pondasi yang tidak tergantikan.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

